Halaman

    Social Items

SUARA RAKYAT MERDEKA NEWS " SUARA KEADILAN UNTUK RAKYAT "
BERITA-BERITA TERBARU

JAKARTA,(suararakyatmerdeka.com) - Ucapan rasa terima kasih yang disampaikan oleh oleh Wilson Lalengke sebagai ketua Panitya serta ketua Umum SEKBER Pers Indonesia, dimana acara ini dihadiri oleh anggota DPD RI dari Aceh.dikatakan  bahwa kegiatan hari ini bukan keinginan sendiri tapi ini adalah perjuangan yang sangat panjang, seperti diketahui dari media sosial dan media media lainnya dan kepada semua pihak bahwa sesungguhnya kita ini adalah wartawan yang dilindungi oleh undang undang Pers nomor 40 tahun 1999.

"Dimana hari ini hadir 2000 undangan, hadir di Sasono Utomo TMII. bahwa dimana perlu atau tidak kita punya sejarah ditentukan hari ini dan ditempat ini, tempat ini adalah yang pertama kali dilaksanakn di Indonesia. Dimana Bahwa kita bisa berkumpul bersama sama ditempat ini dan perlu diberikan peran yg sesungguhnya dinegeri ini. Mari kita tinggalkan jubah kebesaran kita untuk membentuk dewan pers Independent. oleh karena itu mari kita menyatuakn diri utk menejadikan Dewan Pers Independen Indonesia,"ucap Wilson Lalengke dihadapan hadirin pers Indonesia. Di Sasono Utimo Budoyo. TMII. Jakarta (18/12/2018)

Lalu dilanjutkan dengan pemukulan Gong sebagai tanda pembukaan acara ini dengan disaksikqn oleh para ketua umum Pers Indonesia, Pakar Pers Indoneaia dan dinyatakan sah dibuka.

Fahrur Rozie. Senator DPD RI dari Aceh yang hadir dalam acara ini mengatakan dalam sambutannya hari ini ia bersama saudara sekalian untuk membuat sejarah kita,  dimana undang undang pers no.40 th 1999 dimana undang2 itu hanya dimilik sepihak oleh mereka yang memiliki kekuasaan dan membelenggu kebebasan pers semata.

" tanpa kita sebagai insan Pers tentunya tidak ada kebenaran di negara kita. Karena rakyat butuh kita untuk dapat mengetahui informasi yang benar dan akurat yang didapat," ungkap Fahrur Rozie dengan bersemangat.

Heintje Mandagi, selaku Sekber Pers Indonesia. Mengatakan bahwa pembantukan fakta dan otentik pers Indonesia, dimana pembentukan wadah ini adalah untuk melawan intimidasi dan membelenggu kebebasan pers Indonesia, yang selama dikatakan dimana bahwa Pers indonesia adalah banyak media abal abal oleh mereka yang kini masih berkuasa di Dewan Pers.

" dimana ini sejarah buat kita, dan ini membuktikan buat anak cucu kita ditempat ini kita melanjukan untuk satu misi dan satu visi, dimana peran kita ini untuk melawan hukum kepihak dewan pers dengan bahasa media media abal2 yang dikatakan olehmereka, itu sangat menyinggung perasaan bagi insan pers serta perusahaan pers, dan kita ini kita ini kumpul untuk penbentukan jati diri," kata Heintje.

Lanjutnya, Dimana bahwa kita sebagai wartawan ini diwajibkan harus dapat mengikuti UKW oleh dewan pers. Dan ini dinilai tidak benar. dimana dasar hukumnya..? dimana undang undangno.17 tentang tenaga kerja pers sangat bertentangan .

Dikatakan dalam National Netwotk Pers Indonesia. Menyebutkan dimana anggaran Rp 150 triliun adalah untuk pers indonesia dan nantinya itu bisa kita nikmati bersama dan tidak ada lagi kedepan yang namanya wartawan abal abal lagi di Indonesia..

Sementara Perwakilan wartawan. M. Harahap. menuturkan bahwa ia ucapkan banyak terima kasih atas kedatangan rekan rekan media seluruh Indonwsia atas kehadiran ditempat ini. Ia mengungkapkan  mengacu pada undang undang pers nomor.40. Tahun1999. Dimana ada pemberitaan dari wartawan itu bisa dipidana. Tapi sebenarnya wartawan tidak bisa dipidana atas pembereitaan tersebut. Dimana hak jawab dalam pemberitaan tersebut.

" Pengalaman ini sudah ia alami beberapa bulan lalu. dmana dewan pers tidak berpihak kepadanya. semoga dengan adanya acara ini kita bisa bersatu.dan harapan kedepannya acara ini bisa dapat menyatukan visi/ misi dan untuk itu sesudah acara ini kita dapat bersatu dan menyatukan misi kita dengan harapan kedepan adanya perlundungan hukum atas rekan rekan pers," ungkapnya

Katanya lagi,dimana dewan pers  mengatakan wartawan yang punya masalah wartawan itu adalah wartawan abal abal. Padahak media tersebut punya legilitasnya dan punya badan hukum. Dan dalam kasus ini pihaknya ia didampingi badan hukum dimana kedepannya agar pers bisa dihargai dan disegani disetiap kasus dan kita kedepan kita semakin berani dalam temuan kasus.

Tokoh pemerhati Pers Indonesia. Dr. Egy Sujana SH. Yang hadir Dalam sambutanya mengatakan.bahwa  lagu Indoneaia raya ada bahasa mengatakan bangunlah jiwanya,nah disitu bagaimna kita bisa terbangun kalau jiwanya tidak terbangun.

"Bayangkan kita ini dilindungan oleh undang undang Pers nomor 40 tahun 1999 yang menyatakan bahwa kita dapat meminta konfirmasi kepada publik siapapun dia karena disitu ada juklak juknisnya, jadi kita mengacu kepada undang undang tersebut," ucapnya menutupi acara tersebut . - (Khoer)

MUSYAWARAH BESAR PERS INDONESIA DIHADIRI 2000 PESERTA DARI SELURUH INDONESIA.


JAKARTA,(suararakyatmerdeka.com) - Ucapan rasa terima kasih yang disampaikan oleh oleh Wilson Lalengke sebagai ketua Panitya serta ketua Umum SEKBER Pers Indonesia, dimana acara ini dihadiri oleh anggota DPD RI dari Aceh.dikatakan  bahwa kegiatan hari ini bukan keinginan sendiri tapi ini adalah perjuangan yang sangat panjang, seperti diketahui dari media sosial dan media media lainnya dan kepada semua pihak bahwa sesungguhnya kita ini adalah wartawan yang dilindungi oleh undang undang Pers nomor 40 tahun 1999.

"Dimana hari ini hadir 2000 undangan, hadir di Sasono Utomo TMII. bahwa dimana perlu atau tidak kita punya sejarah ditentukan hari ini dan ditempat ini, tempat ini adalah yang pertama kali dilaksanakn di Indonesia. Dimana Bahwa kita bisa berkumpul bersama sama ditempat ini dan perlu diberikan peran yg sesungguhnya dinegeri ini. Mari kita tinggalkan jubah kebesaran kita untuk membentuk dewan pers Independent. oleh karena itu mari kita menyatuakn diri utk menejadikan Dewan Pers Independen Indonesia,"ucap Wilson Lalengke dihadapan hadirin pers Indonesia. Di Sasono Utimo Budoyo. TMII. Jakarta (18/12/2018)

Lalu dilanjutkan dengan pemukulan Gong sebagai tanda pembukaan acara ini dengan disaksikqn oleh para ketua umum Pers Indonesia, Pakar Pers Indoneaia dan dinyatakan sah dibuka.

Fahrur Rozie. Senator DPD RI dari Aceh yang hadir dalam acara ini mengatakan dalam sambutannya hari ini ia bersama saudara sekalian untuk membuat sejarah kita,  dimana undang undang pers no.40 th 1999 dimana undang2 itu hanya dimilik sepihak oleh mereka yang memiliki kekuasaan dan membelenggu kebebasan pers semata.

" tanpa kita sebagai insan Pers tentunya tidak ada kebenaran di negara kita. Karena rakyat butuh kita untuk dapat mengetahui informasi yang benar dan akurat yang didapat," ungkap Fahrur Rozie dengan bersemangat.

Heintje Mandagi, selaku Sekber Pers Indonesia. Mengatakan bahwa pembantukan fakta dan otentik pers Indonesia, dimana pembentukan wadah ini adalah untuk melawan intimidasi dan membelenggu kebebasan pers Indonesia, yang selama dikatakan dimana bahwa Pers indonesia adalah banyak media abal abal oleh mereka yang kini masih berkuasa di Dewan Pers.

" dimana ini sejarah buat kita, dan ini membuktikan buat anak cucu kita ditempat ini kita melanjukan untuk satu misi dan satu visi, dimana peran kita ini untuk melawan hukum kepihak dewan pers dengan bahasa media media abal2 yang dikatakan olehmereka, itu sangat menyinggung perasaan bagi insan pers serta perusahaan pers, dan kita ini kita ini kumpul untuk penbentukan jati diri," kata Heintje.

Lanjutnya, Dimana bahwa kita sebagai wartawan ini diwajibkan harus dapat mengikuti UKW oleh dewan pers. Dan ini dinilai tidak benar. dimana dasar hukumnya..? dimana undang undangno.17 tentang tenaga kerja pers sangat bertentangan .

Dikatakan dalam National Netwotk Pers Indonesia. Menyebutkan dimana anggaran Rp 150 triliun adalah untuk pers indonesia dan nantinya itu bisa kita nikmati bersama dan tidak ada lagi kedepan yang namanya wartawan abal abal lagi di Indonesia..

Sementara Perwakilan wartawan. M. Harahap. menuturkan bahwa ia ucapkan banyak terima kasih atas kedatangan rekan rekan media seluruh Indonwsia atas kehadiran ditempat ini. Ia mengungkapkan  mengacu pada undang undang pers nomor.40. Tahun1999. Dimana ada pemberitaan dari wartawan itu bisa dipidana. Tapi sebenarnya wartawan tidak bisa dipidana atas pembereitaan tersebut. Dimana hak jawab dalam pemberitaan tersebut.

" Pengalaman ini sudah ia alami beberapa bulan lalu. dmana dewan pers tidak berpihak kepadanya. semoga dengan adanya acara ini kita bisa bersatu.dan harapan kedepannya acara ini bisa dapat menyatukan visi/ misi dan untuk itu sesudah acara ini kita dapat bersatu dan menyatukan misi kita dengan harapan kedepan adanya perlundungan hukum atas rekan rekan pers," ungkapnya

Katanya lagi,dimana dewan pers  mengatakan wartawan yang punya masalah wartawan itu adalah wartawan abal abal. Padahak media tersebut punya legilitasnya dan punya badan hukum. Dan dalam kasus ini pihaknya ia didampingi badan hukum dimana kedepannya agar pers bisa dihargai dan disegani disetiap kasus dan kita kedepan kita semakin berani dalam temuan kasus.

Tokoh pemerhati Pers Indonesia. Dr. Egy Sujana SH. Yang hadir Dalam sambutanya mengatakan.bahwa  lagu Indoneaia raya ada bahasa mengatakan bangunlah jiwanya,nah disitu bagaimna kita bisa terbangun kalau jiwanya tidak terbangun.

"Bayangkan kita ini dilindungan oleh undang undang Pers nomor 40 tahun 1999 yang menyatakan bahwa kita dapat meminta konfirmasi kepada publik siapapun dia karena disitu ada juklak juknisnya, jadi kita mengacu kepada undang undang tersebut," ucapnya menutupi acara tersebut . - (Khoer)

No comments