Halaman

    Social Items

SUARA RAKYAT MERDEKA NEWS " SUARA KEADILAN UNTUK RAKYAT "
BERITA-BERITA TERBARU

BANDUNG(suararakyatmerdeka.com) - Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar, mendukung penuh langkah yang dilakukan Tim Satgas Antimafia Bola. Baru-baru ini mereka berhasil meringkus empat tersangka penipuan dan pengaturan skor di Liga 2 dan Liga 3.

Keempat orang tersebut adalah Johar Lin Eng (Ketua Asprov Jawa Tengah dan anggota Komite Eksekuti PSSI), Dwi Irianto (anggota Komisi Disiplin PSSI), Priyanto (mantan anggota Komite Wasit PSSI), dan Anik Yuni Artikasari (anak Priyanto).

Sebelum itu, Komdis PSSI juga sudah menghukum Hidayat (Exco PSSI), Bambang Suryo (Manajer Persekam Metro FC), klub PMP Mojokerto Putro, dan Krisna Adi (pemain PSMP) karena keterlibatannya dalam pengaturan skor di sepak bola Indonesia.

Umuh juga meminta agar sanksi yang diberikan Komdis PSSI kepada Persib pun turut diselidiki. Maung Bandung seperti diketahui mendapatkan sanksi berupa larangan menggelar laga kandang di Pulau Jawa dengan tanpa penonton hingga akhir musim.

Sanksi tersebut diberikan setelah terjadinya berbagai insiden sebelum laga Persib melawan Persijadi pekan ke-23. Paling disoroti kasus kematian salah seorang pendukung Persija, karena dikeroyok oknum Bobotoh di Lapangan Parkir Gerbang Biru Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), beberapa jam sebelum pertandingan.

Tak hanya itu, banyak pemain kunci Persib seperti Ezechiel N’Douassel, Jonatan Bauman, hingga Bojan Malisic yang juga dijatuhi sanksi larangan bermain lima hingga tiga pertandingan setelah laga melawan Persija.

Karena sanksi berlapis tersebut, performa Persib pun anjlok hingga peluang untuk menjadi juara sirna. Padahal situasinya saat itu, Maung Bandung sedang berjaya di puncak klasemen.

Umuh curiga ada pihak-pihak tak bertanggung jawab yang mempolitisasi kejadian di laga Persib vs Persija, yang tujuannya untuk menjegal langkah Persib untuk menjadi juara.

“Soal sanksi kemarin ke Persib juga harusnya ikut diselidiki. Sanksi yang diberikan sangat tidak masuk akal keluar dari aturan FIFA. Kejadian kan di luar stadion, hukumannya juga tidak seperti itu seharusnya. Komdis juga harus diperiksa,” tegas Umuh. (Info. Berita Persib)

TERKAIT MAFIA BOLA PSSI, UMUH MUCHTAR MINTA SANKSI PERSIB JUGA DISELIDIKI


BANDUNG(suararakyatmerdeka.com) - Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar, mendukung penuh langkah yang dilakukan Tim Satgas Antimafia Bola. Baru-baru ini mereka berhasil meringkus empat tersangka penipuan dan pengaturan skor di Liga 2 dan Liga 3.

Keempat orang tersebut adalah Johar Lin Eng (Ketua Asprov Jawa Tengah dan anggota Komite Eksekuti PSSI), Dwi Irianto (anggota Komisi Disiplin PSSI), Priyanto (mantan anggota Komite Wasit PSSI), dan Anik Yuni Artikasari (anak Priyanto).

Sebelum itu, Komdis PSSI juga sudah menghukum Hidayat (Exco PSSI), Bambang Suryo (Manajer Persekam Metro FC), klub PMP Mojokerto Putro, dan Krisna Adi (pemain PSMP) karena keterlibatannya dalam pengaturan skor di sepak bola Indonesia.

Umuh juga meminta agar sanksi yang diberikan Komdis PSSI kepada Persib pun turut diselidiki. Maung Bandung seperti diketahui mendapatkan sanksi berupa larangan menggelar laga kandang di Pulau Jawa dengan tanpa penonton hingga akhir musim.

Sanksi tersebut diberikan setelah terjadinya berbagai insiden sebelum laga Persib melawan Persijadi pekan ke-23. Paling disoroti kasus kematian salah seorang pendukung Persija, karena dikeroyok oknum Bobotoh di Lapangan Parkir Gerbang Biru Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), beberapa jam sebelum pertandingan.

Tak hanya itu, banyak pemain kunci Persib seperti Ezechiel N’Douassel, Jonatan Bauman, hingga Bojan Malisic yang juga dijatuhi sanksi larangan bermain lima hingga tiga pertandingan setelah laga melawan Persija.

Karena sanksi berlapis tersebut, performa Persib pun anjlok hingga peluang untuk menjadi juara sirna. Padahal situasinya saat itu, Maung Bandung sedang berjaya di puncak klasemen.

Umuh curiga ada pihak-pihak tak bertanggung jawab yang mempolitisasi kejadian di laga Persib vs Persija, yang tujuannya untuk menjegal langkah Persib untuk menjadi juara.

“Soal sanksi kemarin ke Persib juga harusnya ikut diselidiki. Sanksi yang diberikan sangat tidak masuk akal keluar dari aturan FIFA. Kejadian kan di luar stadion, hukumannya juga tidak seperti itu seharusnya. Komdis juga harus diperiksa,” tegas Umuh. (Info. Berita Persib)

No comments