Halaman

    Social Items

SUARA RAKYAT MERDEKA NEWS " SUARA KEADILAN UNTUK RAKYAT "
BERITA-BERITA TERBARU

BOGOR JAWA BARAT, (suararakyatmerdeka.com)--
Polemik pelarangan festival cep go meh Ketua MUI Kota Bogor KH Mustofa Abdullah Bin Nuh turut angkat bicara tentang adanya Himbauan  larangan bagi umat Islam untuk memfasilitasi dan ikut merayakan Cap Go Meh (CGM). Kata Mustafa, Himbauan tersebut dikeluarkan oleh ormas Forum Muslim Bogor (FM) menurutnya hak tersebut sudah melampaui batas.

Dalam keterangannya Mustafa menyampaikan,
“Ketahuilah bahwa rumah besar umat Islam adalah MUI, di dalamnya terhimpun ormas-ormas Islam. Terkait pernyataan Forum Muslim Bogor (FMB) tentang kegiatan CGM yang dikemas sebagai acara Bogor Street Festival, menurut saya sesuatu yang sudah melewati batas dan menimbulkan keresahan,” sebutnya Mustafa pada Selasa(29/01/2019).

Mustafa juga menyebutkan , Apa yang disampaikan FMB bisa menjadi ancaman yang dapat mengoyak kebersamaan, kerukunan antar etnis dan agama di Kota Bogor yang selama ini sudah terjalin dengan baik.

Acara Bogor Street Festival merupakan acara yang rutin dilaksanakan tiap perayaan cap go meh, " Bogor Street Festival merupakan kegiatan seni budaya. Tidak berkaitan dengan agama maupun etnis tertentu. Ini sudah menjadi milik kita. Contoh perayaan Cap Go Meh di Aceh yang menerapkan peraturan daerah (perda) syariah, melibatkan gadis-gadis berjilbab dalam aksi barongsainya dipadukan dengan tarian tradisional khas sana,” tambahnya Mustafa.

Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya bahwa himbauan FBM muncul dalam bentuk surat terbuka yang beredar luas di masyarakat. Seruan tersebut berisi larangan bagi umat Islam untuk memfasilitasi dan ikut merayakan Cap Go Meh di Kota Bogor. (Khoer)

POLEMIK PELARANGAN FESTIVAL CAP GO MEH , MUI BOGOR ANGKAT BICARA.


BOGOR JAWA BARAT, (suararakyatmerdeka.com)--
Polemik pelarangan festival cep go meh Ketua MUI Kota Bogor KH Mustofa Abdullah Bin Nuh turut angkat bicara tentang adanya Himbauan  larangan bagi umat Islam untuk memfasilitasi dan ikut merayakan Cap Go Meh (CGM). Kata Mustafa, Himbauan tersebut dikeluarkan oleh ormas Forum Muslim Bogor (FM) menurutnya hak tersebut sudah melampaui batas.

Dalam keterangannya Mustafa menyampaikan,
“Ketahuilah bahwa rumah besar umat Islam adalah MUI, di dalamnya terhimpun ormas-ormas Islam. Terkait pernyataan Forum Muslim Bogor (FMB) tentang kegiatan CGM yang dikemas sebagai acara Bogor Street Festival, menurut saya sesuatu yang sudah melewati batas dan menimbulkan keresahan,” sebutnya Mustafa pada Selasa(29/01/2019).

Mustafa juga menyebutkan , Apa yang disampaikan FMB bisa menjadi ancaman yang dapat mengoyak kebersamaan, kerukunan antar etnis dan agama di Kota Bogor yang selama ini sudah terjalin dengan baik.

Acara Bogor Street Festival merupakan acara yang rutin dilaksanakan tiap perayaan cap go meh, " Bogor Street Festival merupakan kegiatan seni budaya. Tidak berkaitan dengan agama maupun etnis tertentu. Ini sudah menjadi milik kita. Contoh perayaan Cap Go Meh di Aceh yang menerapkan peraturan daerah (perda) syariah, melibatkan gadis-gadis berjilbab dalam aksi barongsainya dipadukan dengan tarian tradisional khas sana,” tambahnya Mustafa.

Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya bahwa himbauan FBM muncul dalam bentuk surat terbuka yang beredar luas di masyarakat. Seruan tersebut berisi larangan bagi umat Islam untuk memfasilitasi dan ikut merayakan Cap Go Meh di Kota Bogor. (Khoer)

No comments