Halaman

    Social Items

BERITA-BERITA TERBARU

SUARARAKYATMERDEKA.COM - Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan RI, pada saat menyalami Presiden Jokowi dengan kedua tangan dan menjabatnya erat sekali, Terlihat ekspresi begitu bahagia, girang bukan kepalang. Seperti ada beban yang lepas. Bak anak-anak, yang naik kelas dpt ranking pertama, menyalami bapaknya yang mendukungnya habis-habisan. Bahagiaaa sekali !!
Lengkap. Presiden yang hebat, memiliki ‘kasir’ negara yang jenius, tegas, sangat berpengaruh dan jangan lupa-bersih.

Bu Sri melaporkan, bahwa sampai akhir tahun 2018, penerimaan negara mencapai 100 persen !!  Sesuai target APBN - 1.894,72 triliun.
Dengan belanja negara mencapai 2.220 triliun, memang masih ada selisih, hanya dibawah 2 %, itu sudah aman. Sangat bagus.
Bak ibu rumah tangga, yang melaporkan pada suaminya, tak terjadi besar pasak daripada tiang, cukup makan dan kenyang, anak-anak tenang. 
Ini prestasi akhir tahun yang SANGAT luar biasa, membawa optimisme diawal tahun 2019.

Dulu, pernah Bu Sri menghadapi cecaran anggota Dewan saat kasus Bank Century meledak, ia hadir dengan menggenggam tasbih. Bu Sri butuh kekuatan ekstra karena ada beberapa hal yang sebetulnya ia tidak berkenan dan menjawab semua pertanyaan dengan suara bergetar, bahwa yang ia lakukan semata karena tugas dalam kewenangannya, “kalau ada rumah yang terbakar dan berpotensi untuk membakar seluruh kampung, ya, harus segera dipadamkan. Perkara di dalam rumah itu ada pencurinya, ya, tangkap saja!!”
Di-akhir pemeriksaan, ia seperti menyindir, bahwa didalam pemerintahan ada orang-orang, “yang melakukan perkawinan tidak normal”

Seperti kecewa, ketika ada tawaran dari Bank Dunia untuk posisi Direktur Pelaksana, dan berkantor di Washington AS, ia pun segera menyabetnya. Dan terbang meninggalkan tanah air yang hingar bingar waktu itu.
Bu Sri baru mau kembali ke tanah air setelah Pak Jokowi menjadi Presiden dan memintanya pulang untuk sama-sama mengabdi.
Bu Sri setuju. 
Bisa jadi ia melihat sosok Joko Widodo, yang sederhana dan bersih, yang anggota keluarganya tak ada yang main mata pada pemerintah, yang membuatnya mau kembali.
Ia melihat sosok Presiden yang total melayani.

Wanita kelahiran Bandar Lampung, tgl 26 Agustus 1962 ini sangat berpengaruh. Saya masih ingat betapa Pelaku Pasar di Pasar Bursa, seperti diam menanti kabar jadi tidaknya Bu Sri pulang. Keadaan sempat lesu dan langsung bergairah manakala ia benar-benar muncul di Jakarta.
Percayalah, tak banyak orang memiliki pengaruh seperti ini. Hanya hitungan jari, itu pun sebelah tangan.

Bu Sri tegas dan galak, ia menegur pejabat-pejabat daerah yang kerap keluyuran ke ibukota hanya untuk mengecek dan memonitor kapan dana-dana khusus bagi daerahnya akan cair. Pejabat ini malah tidak bekerja. Meninggalkan pos dan menghamburkan uang negara!!
Ia me-reformasi struktur di Kementerian Keuangan, Pajak, Bea dan Cukai, menjadi lebih ramping dan transparan. Tak segan ia menyebut pengkhianat bagi para pejabat yang selingkuh dan merusak kepercayaan yang diberikan negara.

Dikenal bersih. Pernah, suatu hari, seorang Gubernur masuk ruangannya membawa kopor-kopor besar penuh uang dollar, Bu Sri menahan diri agar tidak emosi, dan berkata lembut seperti layaknya wanita terpelajar, “kali ini, saya anggap Bapak salah masuk, lain kali (kalau memaksa datang lagi dan mencoba menyuap) saya akan telepon KPK. Monggo Pak, pintu (keluar) ada di sebelah kanan”, si Gubernur langsung ngacir.

Bu Sri hidup cukup dengan gajinya sebagai menteri, yang berkisar hanya rp. 20 an juta per bulan. Hidup sederhana, seperti Presidennya. Atau seperti Pak Basuki Hadimulyno, Menteri PUPR, yang tetap naik pesawat komersial kelas ekonomi kemana-mana, meskipun kantor kementriannya menggenggam proyek senilai lebih rp.400 triyun.
Ia hanya mau mengabdi pada negara yang telah membesarkannya, tempat anak-anaknya tumbuh hingga dewasa.

Bu Sri meninggalkan gajinya yang hampir mencapai rp.1 milyar di Bank Dunia, agar kita-kita bisa hidup tenang, dan bekerja dengan penuh semangat di dalam negara yang sehat secara finansial.
Selamat Tahun baru, kawan semua, selalu semangat, dan optimis, karena kita memiliki para pemimpin yang telah bekerja dengan luar biasa.(red.)

SRI MULYANI KASIR NEGARA YANG JENIUS


SUARARAKYATMERDEKA.COM - Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan RI, pada saat menyalami Presiden Jokowi dengan kedua tangan dan menjabatnya erat sekali, Terlihat ekspresi begitu bahagia, girang bukan kepalang. Seperti ada beban yang lepas. Bak anak-anak, yang naik kelas dpt ranking pertama, menyalami bapaknya yang mendukungnya habis-habisan. Bahagiaaa sekali !!
Lengkap. Presiden yang hebat, memiliki ‘kasir’ negara yang jenius, tegas, sangat berpengaruh dan jangan lupa-bersih.

Bu Sri melaporkan, bahwa sampai akhir tahun 2018, penerimaan negara mencapai 100 persen !!  Sesuai target APBN - 1.894,72 triliun.
Dengan belanja negara mencapai 2.220 triliun, memang masih ada selisih, hanya dibawah 2 %, itu sudah aman. Sangat bagus.
Bak ibu rumah tangga, yang melaporkan pada suaminya, tak terjadi besar pasak daripada tiang, cukup makan dan kenyang, anak-anak tenang. 
Ini prestasi akhir tahun yang SANGAT luar biasa, membawa optimisme diawal tahun 2019.

Dulu, pernah Bu Sri menghadapi cecaran anggota Dewan saat kasus Bank Century meledak, ia hadir dengan menggenggam tasbih. Bu Sri butuh kekuatan ekstra karena ada beberapa hal yang sebetulnya ia tidak berkenan dan menjawab semua pertanyaan dengan suara bergetar, bahwa yang ia lakukan semata karena tugas dalam kewenangannya, “kalau ada rumah yang terbakar dan berpotensi untuk membakar seluruh kampung, ya, harus segera dipadamkan. Perkara di dalam rumah itu ada pencurinya, ya, tangkap saja!!”
Di-akhir pemeriksaan, ia seperti menyindir, bahwa didalam pemerintahan ada orang-orang, “yang melakukan perkawinan tidak normal”

Seperti kecewa, ketika ada tawaran dari Bank Dunia untuk posisi Direktur Pelaksana, dan berkantor di Washington AS, ia pun segera menyabetnya. Dan terbang meninggalkan tanah air yang hingar bingar waktu itu.
Bu Sri baru mau kembali ke tanah air setelah Pak Jokowi menjadi Presiden dan memintanya pulang untuk sama-sama mengabdi.
Bu Sri setuju. 
Bisa jadi ia melihat sosok Joko Widodo, yang sederhana dan bersih, yang anggota keluarganya tak ada yang main mata pada pemerintah, yang membuatnya mau kembali.
Ia melihat sosok Presiden yang total melayani.

Wanita kelahiran Bandar Lampung, tgl 26 Agustus 1962 ini sangat berpengaruh. Saya masih ingat betapa Pelaku Pasar di Pasar Bursa, seperti diam menanti kabar jadi tidaknya Bu Sri pulang. Keadaan sempat lesu dan langsung bergairah manakala ia benar-benar muncul di Jakarta.
Percayalah, tak banyak orang memiliki pengaruh seperti ini. Hanya hitungan jari, itu pun sebelah tangan.

Bu Sri tegas dan galak, ia menegur pejabat-pejabat daerah yang kerap keluyuran ke ibukota hanya untuk mengecek dan memonitor kapan dana-dana khusus bagi daerahnya akan cair. Pejabat ini malah tidak bekerja. Meninggalkan pos dan menghamburkan uang negara!!
Ia me-reformasi struktur di Kementerian Keuangan, Pajak, Bea dan Cukai, menjadi lebih ramping dan transparan. Tak segan ia menyebut pengkhianat bagi para pejabat yang selingkuh dan merusak kepercayaan yang diberikan negara.

Dikenal bersih. Pernah, suatu hari, seorang Gubernur masuk ruangannya membawa kopor-kopor besar penuh uang dollar, Bu Sri menahan diri agar tidak emosi, dan berkata lembut seperti layaknya wanita terpelajar, “kali ini, saya anggap Bapak salah masuk, lain kali (kalau memaksa datang lagi dan mencoba menyuap) saya akan telepon KPK. Monggo Pak, pintu (keluar) ada di sebelah kanan”, si Gubernur langsung ngacir.

Bu Sri hidup cukup dengan gajinya sebagai menteri, yang berkisar hanya rp. 20 an juta per bulan. Hidup sederhana, seperti Presidennya. Atau seperti Pak Basuki Hadimulyno, Menteri PUPR, yang tetap naik pesawat komersial kelas ekonomi kemana-mana, meskipun kantor kementriannya menggenggam proyek senilai lebih rp.400 triyun.
Ia hanya mau mengabdi pada negara yang telah membesarkannya, tempat anak-anaknya tumbuh hingga dewasa.

Bu Sri meninggalkan gajinya yang hampir mencapai rp.1 milyar di Bank Dunia, agar kita-kita bisa hidup tenang, dan bekerja dengan penuh semangat di dalam negara yang sehat secara finansial.
Selamat Tahun baru, kawan semua, selalu semangat, dan optimis, karena kita memiliki para pemimpin yang telah bekerja dengan luar biasa.(red.)

No comments