Thursday, February 28, 2019

DISDUKCAPIL KOTA SUKABUMI KELUARKAN 16 e-KTP UNTUK WNA


Sukabumi Jawa Barat, (suararakyatmerdeka.com) - Viralnya pemberitaan kepemilikan e-KTP milik WNI, berdampak pula di Kota Sukabumi. Berdasarkan laporan pihak Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi, ada sekitar 16 WNA di  Kota Sukabumi yang terdaftar memiliki KTP eketronik, yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Sementara itu Kepala Disdukcapil Kota Sukabumi, Iskandar ketika dikonfirmasi oleh awak media Rabu(2702/2019) membenarkan dan mengakui akan hal tersebut. 

" Pengeluaran 16 KTP elektronik atau e-KTP untuk WNA tersebut berdasarkan pada Undang-undang nomor 24 tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan dan Itu hak WNA dan wajib punya e-KTP ," sebut iskandar .


Undang-undang nomor 24 Tahun 2013 di Pasal 63 Ayat (1) menjelaskan bahwa orang asing yang wajib memiliki e-KTP adalah yang berusia 17 tahun atau telah kawin atau pernah kawin dan memiliki Kartu Izin Tetap (Kitap) yang dikeluarkan oleh pihak imigrasi.

"WNA di Kota Sukabumi yang mendapatkan e-KTP tersebut berasal dari berbagai negara. Dari Timur Tengah, Singapura, Cina, Thailand dan Korea Selatan WNA tersebut adalah orang-orang yang memiliki hubungan keluarga dengan warga Indonesia ataupun sedang memiliki usaha di Indonesia, " tambah Iskandar.

Adapun bentuk fisik dari e-KTP WNA tersebut,bentuk dan formatnya tidak jauh berbeda dan sama dengan yang dimiliki oleh WNI, namun ada beberapa perbedaan saja di dalamnya.

" Itupun masa berlakunya tidak seumur hidup, hanya lima tahun saja menyesuaikan izin tinggal dia selama di Indonesia. Jadi nanti di e-KTP juga tertulis sebagai Warga Negara Asing. NIK-nya kurang lebih sama, namun penulisan status dan profesinya dalam bahasa Inggris dan WNA yang memiliki e-KTP tidak memiliki hak memilih dan juga hak dipilih dalam pemilu di Indonesia, " pungkasnya Iskandar.

WNA tidak bisa ikut pemilu yang mempunyai hak memilih dan dipilih dalam pemilu itu sesuai Undang-undang adalah hanya Warga Negara Indonesia saja.(khoer/uje)
[21:27, 2/28/2019] Bapa: PENGURUS PWI KABUPATEN CIANJUR RESMI DILANTIK

Cianjur Jawa Barat, BNNews.
Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kabupaten Cianjur masa bakti 2018 - 2021 akhirnya resmi dilantik. Muhammad Ihsan pun dinobatkan sebagai Ketua PWI kabupaten Cianjur.

Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua PWI Provinsi Jawa Barat Hilman Hidayat di Pendopo Bupati Kabupaten Cianjur, kemis (28/02/2019). Proses pelantikan tersebut kemudian dilanjutkan dengan Deklarasi Bersama Perangi Berita Hoax yang diikuti oleh seluruh pengurus PWI Cianjur.

Dalam sambutannya,  menyampaikan agar kegiatan ini menjadi warna baru untuk dapat memberikan sumbangsih positif pada dunia pers. “Mudah-mudahan amanah yang diberikan ini dapat memotivasi kami untuk dapat menjalankan tugas-tugas ke depan sebaik mungkin” tutur ihsan.

Dalam kepengurusan ini, lanjut Ihsan pihaknya juga melibatkan unsur pemerintah dan unsur pimpinan media agar ke depan dapat semakin meningkatkan kinerja. Tentunya untuk memberikan informasi yang aktual kepada masyarakat.

“Salah satu upaya nyata yang kami lakukan dalam rangka meningkatkan kualitas kinerja kami adalah dengan melaksanakan Uji Kompetensi Wartawan agar kualitas diri rekan-rekan wartawan juga semakin meningkat,” tambahnya Ihsan.

Pasalnya, berita yang akan disebarluaskan membutuhkan pertanggungjawaban akan kebenarannya. Oleh karena itu pihaknya juga melakukan deklarasi bersama untuk memerangi berita hoax.

Hal itu pun mendapat sambutan positif dari Ketua PWI Jawa Barat, Hilman Menurutnya, upaya Deklarasi Bersama Perangi Anti Hoax itu dianggap sebagai gerakan yang positif dalam rangka mengurangi dampak negatif pada masyarakat akibat berita hoax yang telah beredar.

“Sejatinya wartawan memang tidak diperbolehkan menyebarluaskan berita hoax kepada masyarakat, namun pada kenyataannya hal tersebut sulit dilaksanakan pada masa sekarang, karena sudah ada kepentingan-kepentingan baik bisnis maupun politik yang sangat mempengaruhi media” sebut Hilman.

“Namun, lawan dari berita hoax yang seringkali beredar adalah wartawan itu sendiri melalui citizen journalism yang dapat dilaksanakan” lanjut Hilman.

Pada pelantikan tersebut dihadiri oleh Plt.Bupati Cianjur Herman Suherman, kapolres Cianjur AKBP Soliyah, Danyon 300 Raider Brajawijaya Mayor Inf Ary Sutrisno  dan para tamu undangan dari  lingkungan  pemerintahan Cianjur serta para wartawan.

“Pers adalah pilar demokrasi sehingga berita yang di tulis adalah berita yang sejuk dan terkonfirmasi agar tidak ada berita hoax yang dapat memperkeruh suasana” sebut Herman

Herman juga berpesan agar pers harus dapat meluruskan kabar-kabar hoax dengan secepat mungkin.

Herman melanjutkan, pers juga mempunyai peran penting dalam mendorong percepatan pembangunan. Oleh karena itu, lanjut dia, wajar jika pers mengkritik, asalkan kritik yang disampaikan pun harus kritik yang membangun.

“Pada kesempatan ini, saya mengucapkan selamat kepada Pengurus PWI Cianjur masa bhakti 2018 - 2021 semoga amanah yang telah diberikan mampu dijalankan sebaik mungkin” pungkasnya Herman.(khoer/uje)
Load disqus comments

0 comments