Halaman

    Social Items

SUARA RAKYAT MERDEKA NEWS " SUARA KEADILAN UNTUK RAKYAT "
BERITA-BERITA TERBARU

CIANJUR JAWA BARAT,(suararakyatmerdeka.com) - Ketua kelompok Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Songgom kecamatan Gebrong berinisial IS diduga tidak independen dilaporkan Kamaludin Ketua RW 02  Desa Songgom Kecamatan Gekbrong
ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Cianjur, jumat(22/02/2019).

IS diduga melakukan kampanye dan ajakan kepada penerima manfaat program PKH untuk untuk memilih dan mencoblos salah satu calon Anggota DPRD Kabupaten dan DPR RI dari Partai NasDem,

“Pendamping itu menyerahkan kartu PKH ke warga penerima dengan menyertakan alat peraga kampanye (APK) Calon Anggota DPRD dan DPR R.I dari Partai Nasdem,” sebut Kamaludin (50) saat melapor ke Bawaslu Kabupaten Cianjur.

Berdasarkan laporan Kamaludin, IS juga sempat mengancam anggotanya jika tidak mau memilih Caleg DPRD dan DPR R.I dari Partai Nasdem itu.

“Kebetulan istri saya juga anggota PKH, jadi istri saya juga menerima ancaman itu, yang katanya jika tidak memilih Caleg DPRD dan DPR R.I dari Partai Nasdem itu, keanggotaan PKHnya akan dihapus,” kata kamaludin.

Diduga menduga pembagian alat peraga kampanye Caleg dan pengancaman yang dilakukan ketua kelompok PKH itu diduga merupakan intruksi dari pendamping PKH.

“Dibelakang ketua kelompok PKH pasti ada yang menyuruh, ya salah satunya mungkin diduga disuruh oleh pendamping,” tambahnya kamaludin.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Cianjur Hadi Dzikir Nur mengatakan pihaknya telah menerima laporan dugaan perbuatan keterlibatan ketua kelompok PKH itu dalam kampanye salah satu caleg. Terlepas syarat formil memenuhi atau tidaknya untuk ditindak lanjut.

“Intinya kami telah menerima laporan dari ketua RW 02, Desa Songgom Kecamatan Gekbrong kabupaten cianjur terkait keterlibatan ketua kelompok PKH dalam berkampanye, namun hasil dari laporan tersebut akan dikaji dulu,” tutur Hadi.(KHOER)




KETUA PKH DIDUGA TIDAK INDEPENDEN DILAPORKAN WARGA KE BAWASLU CIANJUR


CIANJUR JAWA BARAT,(suararakyatmerdeka.com) - Ketua kelompok Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Songgom kecamatan Gebrong berinisial IS diduga tidak independen dilaporkan Kamaludin Ketua RW 02  Desa Songgom Kecamatan Gekbrong
ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Cianjur, jumat(22/02/2019).

IS diduga melakukan kampanye dan ajakan kepada penerima manfaat program PKH untuk untuk memilih dan mencoblos salah satu calon Anggota DPRD Kabupaten dan DPR RI dari Partai NasDem,

“Pendamping itu menyerahkan kartu PKH ke warga penerima dengan menyertakan alat peraga kampanye (APK) Calon Anggota DPRD dan DPR R.I dari Partai Nasdem,” sebut Kamaludin (50) saat melapor ke Bawaslu Kabupaten Cianjur.

Berdasarkan laporan Kamaludin, IS juga sempat mengancam anggotanya jika tidak mau memilih Caleg DPRD dan DPR R.I dari Partai Nasdem itu.

“Kebetulan istri saya juga anggota PKH, jadi istri saya juga menerima ancaman itu, yang katanya jika tidak memilih Caleg DPRD dan DPR R.I dari Partai Nasdem itu, keanggotaan PKHnya akan dihapus,” kata kamaludin.

Diduga menduga pembagian alat peraga kampanye Caleg dan pengancaman yang dilakukan ketua kelompok PKH itu diduga merupakan intruksi dari pendamping PKH.

“Dibelakang ketua kelompok PKH pasti ada yang menyuruh, ya salah satunya mungkin diduga disuruh oleh pendamping,” tambahnya kamaludin.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Cianjur Hadi Dzikir Nur mengatakan pihaknya telah menerima laporan dugaan perbuatan keterlibatan ketua kelompok PKH itu dalam kampanye salah satu caleg. Terlepas syarat formil memenuhi atau tidaknya untuk ditindak lanjut.

“Intinya kami telah menerima laporan dari ketua RW 02, Desa Songgom Kecamatan Gekbrong kabupaten cianjur terkait keterlibatan ketua kelompok PKH dalam berkampanye, namun hasil dari laporan tersebut akan dikaji dulu,” tutur Hadi.(KHOER)




No comments