Monday, February 25, 2019

KISRUH PEMBERHENTIAN RATUSAN KARYAWAN RSUD PAGELARAN CIANJUR SYARAT KKN


Cianjur Jawa Barat, (suararakyatmerdeka.com)  - Kisruh pemberhentian karyawan RSUD Pagelaran akhir Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman angkat bicara dan menginstruksikan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) untuk mengkaji masalah pemberhentian seratusan karyawan RSUD Pagelaran.

“Saya sudah instruksikan Kepala Dinas BKPPD, BPKAD, Dinas Kesehatan, dan Sekda untuk tindak lanjuti masalah RSUD Pagelaran,” tutur Herman kepada awak media, Senin (25/02/2019).

" Saya akan berkomentar kalau sudah ada hasil kajian dari rapat bersama OPD tersebut. Selebihnya dari awal sudah diingatkan supaya sesuai aturan, kalaupun ada rasionalisasi,” tegasnya Herman.

Kisruh yang  terjadi di RSUD Pagelaran akibat rasionalisasi karyawan karena menumpuknya jumlah karyawan , hasil rekomendasi yang diberikan pada RSUD tim kajian jika kebutuhan RSUD Pagelaran hanya 258 pegawai, saat ini jumlah pegawai ada lebih dari 400 orang, sehingga perlu dilakukan rasionalisasi untuk menyesuaikan kebutuhan dan jumlah tenaga medis yang ada.

Presidiam Aliansi Masyarakat Untuk Penegakan Hukum (Ampuh) Yana Nurzaman, mengatakan,  surat pemberhentian terhadap seratusan karyawan RSUD Pagelaran tersebut dicabut, karena dinilai cacat hukum dan prosedur penilainnya yang dinilai subjektif.

Pada kesempatan lain Direktur RSUD Pagelaran, Awie Darmawan, mengatakan, rasionalisasi tersebut sudah dikaji sejak lama, bahkan dibentuk tim juga yang dipimpin oleh asisten daerah. Menurutnya, rasionalisasi itu seharusnya dilakukan pada Desember 2018, namun karena ada beberapa kendala sehingga baru terlaksana di Februari 2019.

Rasionalisasi karyawan selain daripada pengeluaran untuk pegawai non PNS itu Rp 7,6 miliar di 2018, kemudian 2019 itu Rp 5,6 miliar, sementara rumah sakit baru berdiri dua banyak karyawan yang ada  rekrutmennya tidak jelas, Bahkan pihaknya siap membongkar terkait keberadaan calo rekrutmen yang membuat jumlah pegawai melebihi kebutuhan dugaan adanya calo rekrutmen meminta Rp 10 juta untuk menjadi karyawan RSUD Pagelaran.

Pihak RSUD Pagelaran berdalih, diduga kisruh rasionalisasi dikarenakan adanya oknum rekrutmen pegawai. Rasionalisasi pegawai sudah sesuai dengan prosedur untuk menekan kelebihan jumlah pegawai.
(Khoer/uje/rustama)
Load disqus comments

0 comments