Friday, February 8, 2019

PANWASLU HARUS AMBIL TINDAKAN, PENURUNAN BALIHO SALAH SATU CALEG DIPERUM RAJEG ASRI OLEH PIHAK YANG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB

Foto ilustrasi baliho caleg dirusak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab
TANGERANG BANTEN, (suararakyatmerdeka.com) - Penurunan Baliho, alat peraga kampanye (APK) yang dilakukan dengan sengaja oleh sekelompok orang/warga dibilangan Perumahan Rajeg Asri, Desa Rajeg, Kecamatan  Rajeg, Kabupaten Tangerang, adalah bentuk pelanggaran dalam rangka pemilu 2019 yang berlandaskan Demokratis. 

Hal ini dialami oleh salah satu kontestan peserta pemilu dari Dapil 4. Partai Demokrat. Kabupaten Tangerang.H.Suhro Wardi. SE, yang alat peraga kampanye (APK) diturunkan dengan sengaja oleh warga dibilangan RT 20/RW 02. Desa Rajeg, dimana ada beberapa alat peraga kampanye/baliho terpampang disana, tapi entah kenapa hanya alat peraga kampanye/baliho dari Partai Demokrat atas nama H. Suhro Wardi. SE. yang diturunkan.

Ini memicu perhatian semua pihak, dimana aksi penurunan baliho juga ikut serta perangkat pengurus Rt dan Rw setempat turut serta didalamnya, hal ini terlihat pada saat penurunan baliho yang dilakukan pada Senin (4/02/2019) malam hari dengan mematika lampu penerang jalan, agar tidak terlihat oleh warga lainnya.

H. Suhro Wardi. SE. Salah satu peserta kontestan pemilu dari Partai Demokrat, mengatakan bahwa kejadian penurunan balihonya yang dilakukan oleh sekolompok orang dimana ini sudah yang keempat kalinya, jelas ia merasa terganggu atas tindakannya tersebut, apalagi penurunan baliho tersebut dengan sengaja tanpa ada koordinasi dengan pihaknya, juga penurunan ini disaksikan oleh aparat lingkungan seperti RT dan RW, dimana ini jelas pelanggaran pemilu.

" ini jelas sudah masuk pelanggaran UUD pemilu, dimana tertera barang siapa/orang melakukan dengan sengaja menurunkan alat peraga kampanye pemilu/baliho, tanpa koordinasi dengan yang pihak bersangkutan, maka ia akan dikenakan pidana selama 2 tahun atau denda sebanyak Rp. 24 juta," ucap H.Suhro Wardi, kepada awak media. Sabtu (9/02/2019).

Ditambahkan, bahwa pihaknya kini telah melaporkan kejadian ini kepada pihak panwaslu Kecamatan Rajeg, dimana ia berharap ada proses hukum yang harus ditindak lanjuti mengingat kejadian ini sudah yang keempat kalinya dalam penurunan balihonya.

" Pertama baliho yang diturunkan berukuran 2 x 3 meter, lalu yang kedua, ketiga dan keempat berujuran 1 x 3 meter, kalau memang mau bermain politik yang santun lah, harus ada aturannya, jangan seperti ini caranya,"katanya lagi.

Hal ini diakui oleh WH saksi yang melihat kejadian penurunan baliho H.Suhro Wardi. SE, diperumahan Rajeg Asri, dimana malam itu ia sedang kumpul bareng bersama warga lainnya di Pos Siskamling, dimana ia kaget, ketika lampu penerangan jalan diseberang sana, tiba tiba padam, tanpa ia sadari dilihatlah lampu yang padam tersebut, ternyata ada sekelompok orang dengan sengaja memadamkan lampu untul menurunkan alat peraga kampanye atas nama H. Suhro Warĸi ,SE dari Dapil 4. Partai Demokrat.

" Saya lihat sendiri kejadian penurunan baliho H. Suhro Wardi dari Partai Demokrat, yang dilakukan oleh warga dengan disaksikan oleh pengurus RT dan RW, dengan cara lampu dimatikan agar tidak terlihat oleh warga lainnya,"papar WH 

Atas kejadian yang menimpa kontestan peserta Pemilu 2019, Saeful, Panwaslu Kecamatan Rajeg, Kab. Tangerang, ketika akan disambangi oleh awak media, ia tidak berada ditempat.

" Maaf saya sedang ke Banwaslu di Tigaraksa," pungkasnya.

(Fat/Uj/Azis)
Load disqus comments

0 comments