Halaman

    Social Items

BERITA-BERITA TERBARU

Kota Tangerang, suararakyatmerdeka.com - Ada lima Orang pengunjuk rasa dari Forum Aksi Mahasiswa (FAM) Tangerang, kini ditangani di Rumah Sakit Kabupaten Tangerang, karena mendapati luka yang serius.

Kelima Mahasiswa tersebut ada tiga diantaranya dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang yaitu Ahmad Bustomi (21), Al-Kindi (20) dan Rian (23). Sedang dua orang mahasiswa lainnya dari mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Yuppentek diantaranya ialah Danu (21) dan Abdul Mukti (23).

Ahmad Bustomi, Al-kindi, Rian, dan mukti kini mendapat penangan yang serius dirumah sakit, karena terjadi luka dalam di tubuhnya akibat penganiayaan yang dilakukan oleh Satpol PP. Dimana mereka harus di Rontgen dan di scanning karena mengalami sesak nafas, terlebih yang namanya Rian, mengalami Muntah darah.

Ajis Pramuji, tokoh muda Kota Tangerang, mengkritik keras adanya pengamanan Demontrasi yang ditangani oleh aparat, yang berakibat bentrok phisik, dimana tupoksi keamnan harusnya bisa dapat mengawal jalannya aksi, bukan malah sebaliknya.

" saran saya sebaiknya aparat keamanan itu harus dapat mengawal jalannya aksi dari awal hingga akhir, bukan malah menghalangi  yang sedang melakukan Demo yang sudah jelas di atur oleh Undang-undang," papar Ajis, mengatakan kepada awak media. Jumat (01/02/2019).

Dikatakan Ajis lagi Toh pergerakan anak muda sebagai ujung  tombak anak bangsa, tentunya ingin membela fungsi  kepentingan rakyat.

" namanya juga kan Aksi, Yah pasti berseni situasi di lapangan,  karena kehadiran aksi tersebut, sama sekali tidak di sambut oleh walikota Tangerang. Arief S. Wismansyah,"tuturnya

Dimana semua masyarakat pun hanya menginkan masa depan yang layak, dan dapat menikmati hidup dari kebijakan yang lebih baik di daerahnya .

Kesehatan gratis itu kan suatu kebijakan Pemerintah dalam pengelolaan dana yang baik dan supaya masyarakat yang sudah memilih Arif Wismansyah, sebagai Walikota Tangerang, agar bisa menikmati tentang kesehatan Secara merata Warga kota Tangerang, baik dari kelas bawah, menengah maupun kelas atas.

 "Apa salahnya pak Arif sebagai walikota bisa turun ke lapangan agar bersinergi  bertemu dengan pergerakan aksi tersebut, yang akhirn bentrokan tersebut terjadi ketika massa aksi memasuki pagar Puspem Kota Tangerang",jelas ajis yang melihat bahwa aksi itu untuk semua Fasilitas Rakyat kota Tangerang

Lanjunya, kenapa saat itu juga massa aksi langsung di pukul mundur dengan baku hantam yang membabi buta hingga akhirnya terjadi chaos dan korban dari mahasiswa berjatuhan.

“ pihaknya sangat mengutuk keras Satpol PP Kota Tangerang atas tindakan ini, kalau perlu pecat Kepala Dinas Satpol PP kota Tangerang yang tidak bisa menjaga kondusifitas Demonstrasi”.pungkasnya

Masih menurutnya, bahwa FAM Tangerang,  yang sebelumnya juga melakukan aksi jahit mulut dan mogok makan dengan membangun posko konsolidasi di samping gerbang kawasan pendidikan Cikokol, Kota Tangerang.

Saat itu Massa aksi mendesak Pemkot Tangerang agar Segera menghentikan Integrasi Program kesehatan masyarakat daerah dengan BPJS, harusnya pemerintah membuat Program jaminan kesehatan lokal gratis non BPJS dan membentuk Dewan Kesehatan di Kota Tangerang .(Khoer)

Sangat Buruk Kebijakan Pemkot Tangerang. Tokoh Muda Tangerang. Ajis Pramuji, Berencana Pindah Kota


Kota Tangerang, suararakyatmerdeka.com - Ada lima Orang pengunjuk rasa dari Forum Aksi Mahasiswa (FAM) Tangerang, kini ditangani di Rumah Sakit Kabupaten Tangerang, karena mendapati luka yang serius.

Kelima Mahasiswa tersebut ada tiga diantaranya dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang yaitu Ahmad Bustomi (21), Al-Kindi (20) dan Rian (23). Sedang dua orang mahasiswa lainnya dari mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Yuppentek diantaranya ialah Danu (21) dan Abdul Mukti (23).

Ahmad Bustomi, Al-kindi, Rian, dan mukti kini mendapat penangan yang serius dirumah sakit, karena terjadi luka dalam di tubuhnya akibat penganiayaan yang dilakukan oleh Satpol PP. Dimana mereka harus di Rontgen dan di scanning karena mengalami sesak nafas, terlebih yang namanya Rian, mengalami Muntah darah.

Ajis Pramuji, tokoh muda Kota Tangerang, mengkritik keras adanya pengamanan Demontrasi yang ditangani oleh aparat, yang berakibat bentrok phisik, dimana tupoksi keamnan harusnya bisa dapat mengawal jalannya aksi, bukan malah sebaliknya.

" saran saya sebaiknya aparat keamanan itu harus dapat mengawal jalannya aksi dari awal hingga akhir, bukan malah menghalangi  yang sedang melakukan Demo yang sudah jelas di atur oleh Undang-undang," papar Ajis, mengatakan kepada awak media. Jumat (01/02/2019).

Dikatakan Ajis lagi Toh pergerakan anak muda sebagai ujung  tombak anak bangsa, tentunya ingin membela fungsi  kepentingan rakyat.

" namanya juga kan Aksi, Yah pasti berseni situasi di lapangan,  karena kehadiran aksi tersebut, sama sekali tidak di sambut oleh walikota Tangerang. Arief S. Wismansyah,"tuturnya

Dimana semua masyarakat pun hanya menginkan masa depan yang layak, dan dapat menikmati hidup dari kebijakan yang lebih baik di daerahnya .

Kesehatan gratis itu kan suatu kebijakan Pemerintah dalam pengelolaan dana yang baik dan supaya masyarakat yang sudah memilih Arif Wismansyah, sebagai Walikota Tangerang, agar bisa menikmati tentang kesehatan Secara merata Warga kota Tangerang, baik dari kelas bawah, menengah maupun kelas atas.

 "Apa salahnya pak Arif sebagai walikota bisa turun ke lapangan agar bersinergi  bertemu dengan pergerakan aksi tersebut, yang akhirn bentrokan tersebut terjadi ketika massa aksi memasuki pagar Puspem Kota Tangerang",jelas ajis yang melihat bahwa aksi itu untuk semua Fasilitas Rakyat kota Tangerang

Lanjunya, kenapa saat itu juga massa aksi langsung di pukul mundur dengan baku hantam yang membabi buta hingga akhirnya terjadi chaos dan korban dari mahasiswa berjatuhan.

“ pihaknya sangat mengutuk keras Satpol PP Kota Tangerang atas tindakan ini, kalau perlu pecat Kepala Dinas Satpol PP kota Tangerang yang tidak bisa menjaga kondusifitas Demonstrasi”.pungkasnya

Masih menurutnya, bahwa FAM Tangerang,  yang sebelumnya juga melakukan aksi jahit mulut dan mogok makan dengan membangun posko konsolidasi di samping gerbang kawasan pendidikan Cikokol, Kota Tangerang.

Saat itu Massa aksi mendesak Pemkot Tangerang agar Segera menghentikan Integrasi Program kesehatan masyarakat daerah dengan BPJS, harusnya pemerintah membuat Program jaminan kesehatan lokal gratis non BPJS dan membentuk Dewan Kesehatan di Kota Tangerang .(Khoer)

No comments