Halaman

    Social Items

SUARA RAKYAT MERDEKA NEWS " SUARA KEADILAN UNTUK RAKYAT "
BERITA-BERITA TERBARU

CIANJUR JAWA BARAT, (suararakyatmerdeka.com) - Kehidupan merupakan sebuah teka-teki Illahi, dimana juga merupakan sebuah perjuangan yang tidak akan berhenti hingga nanti tapal batas  waktu yang akan memisahkan nyawa manusia itu meninggalkan raganya.

Hal ini yang di alami oleh seorang janda tua, Mak Ikoh bersama cucunya, yang kini terus berjuang melawan kehidupan tanpa ada penopang hidup ataupun bantuan dari sanak keluarganya dalam mengisi ruang dan disaat waktu usianya yang kini sudah menjelang senja pada kehidupannya.

Mak Ikoh adalah sosok seorang wanita tua janda berusia 66 tahun, beliau kini hidup hanya berdua dengan seorang cucunya bernama Siti yang masih bersekolah.

Didalam keseharian demi untuk menutupi kebutuhan hidupnya mak Ikoh dengan tubuh yang sudah tua rentanya berjualan mainan kesetiap sekolah-sekolah yang  berada di Wilayah Cianjur, dimana penghasilan dari berjualan mainan tersebut juga selalu tidak menentu terkadang dapat lebih, namun tidak  jarang mendapat hasil yang hampa.
Namun mak lkoh setiap harinya harus bisa mengeluarkan Rp. 20.000 demi untuk biaya ongkos sekolah (siti) sang cucu satu-satunya yang hidup bersamanya, juga untuk kebutuhan sehari-harinya.

Saat ini ma Ikoh sudah hampir 3 minggu terbaring sakit hingga tidak bisa berjualan yang berimbas juga terhadap siti cucu satu-satunya tersebut.

Siti cucu satu-satunya itu saat ini duduk di bangku SMA kelas 10 diwilayah Ciranjang, saat ketika ma Ikoh jatuh sakit Sitipun tidak bisa pergi sekolah karena tidak mempunyai ongkos.  
Iapun mengurusi neneknya yang sedang sakit, hingga akhirnya Siti membuat keputusan sendiri berhenti sekolah, padahal diketahui bahwa Siti adalah siswi yang berprestasi di sekolahnya

Nenek dan cucunya tersebut saat ini untuk kebtuhan makan saja hanya mengandalkan uluran tangan pemberian serta belas kasihan  dari tetangganya .

Selain itu juga nenek dan cucunya  ini juga tidak memiliki tempat tinggal, mereka  sekarang ini hanya menempati rumah milik orang lain yang di tinggalkan pemiliknya yang  jauh dari kata layak, apalagi dari segi kesehatan.

Sungguh sangàt lronis, di saat Pemerintah Negeri ini menggaungkan berbagai Program andalannya, dari mulai Program - KlP, KIS,PKH, RASKIN, RUTILAHU dan lain sebagainya.
Bahkan tertera jelas didalam Undang- Undang Dasar'45 di Negara ini,  pada pasal 34 ayat 1 yang menyebutkan,
"Fakir Miskin dan Anak Terlantar Dipelihara Oleh Negara".

Ternyata apa yang terjadi, masih terdapat sosok seperti mak lkoh ini atau mungkin masih banyak seperti mak lkoh- mak lkoh lainnya yang entah luput dari perhatian dari pemangku jabatan atau sengaja tidak peduli terhadap apa yang terjadi pada sekitar wilayah pemerintahannya tersebut.

(Khoer/Fatah).

Sangat Pilu Melihat Kehidupan Sosok Mak Ikoh Bersama Cucunya Yang Hidup Sebatangkara


CIANJUR JAWA BARAT, (suararakyatmerdeka.com) - Kehidupan merupakan sebuah teka-teki Illahi, dimana juga merupakan sebuah perjuangan yang tidak akan berhenti hingga nanti tapal batas  waktu yang akan memisahkan nyawa manusia itu meninggalkan raganya.

Hal ini yang di alami oleh seorang janda tua, Mak Ikoh bersama cucunya, yang kini terus berjuang melawan kehidupan tanpa ada penopang hidup ataupun bantuan dari sanak keluarganya dalam mengisi ruang dan disaat waktu usianya yang kini sudah menjelang senja pada kehidupannya.

Mak Ikoh adalah sosok seorang wanita tua janda berusia 66 tahun, beliau kini hidup hanya berdua dengan seorang cucunya bernama Siti yang masih bersekolah.

Didalam keseharian demi untuk menutupi kebutuhan hidupnya mak Ikoh dengan tubuh yang sudah tua rentanya berjualan mainan kesetiap sekolah-sekolah yang  berada di Wilayah Cianjur, dimana penghasilan dari berjualan mainan tersebut juga selalu tidak menentu terkadang dapat lebih, namun tidak  jarang mendapat hasil yang hampa.
Namun mak lkoh setiap harinya harus bisa mengeluarkan Rp. 20.000 demi untuk biaya ongkos sekolah (siti) sang cucu satu-satunya yang hidup bersamanya, juga untuk kebutuhan sehari-harinya.

Saat ini ma Ikoh sudah hampir 3 minggu terbaring sakit hingga tidak bisa berjualan yang berimbas juga terhadap siti cucu satu-satunya tersebut.

Siti cucu satu-satunya itu saat ini duduk di bangku SMA kelas 10 diwilayah Ciranjang, saat ketika ma Ikoh jatuh sakit Sitipun tidak bisa pergi sekolah karena tidak mempunyai ongkos.  
Iapun mengurusi neneknya yang sedang sakit, hingga akhirnya Siti membuat keputusan sendiri berhenti sekolah, padahal diketahui bahwa Siti adalah siswi yang berprestasi di sekolahnya

Nenek dan cucunya tersebut saat ini untuk kebtuhan makan saja hanya mengandalkan uluran tangan pemberian serta belas kasihan  dari tetangganya .

Selain itu juga nenek dan cucunya  ini juga tidak memiliki tempat tinggal, mereka  sekarang ini hanya menempati rumah milik orang lain yang di tinggalkan pemiliknya yang  jauh dari kata layak, apalagi dari segi kesehatan.

Sungguh sangàt lronis, di saat Pemerintah Negeri ini menggaungkan berbagai Program andalannya, dari mulai Program - KlP, KIS,PKH, RASKIN, RUTILAHU dan lain sebagainya.
Bahkan tertera jelas didalam Undang- Undang Dasar'45 di Negara ini,  pada pasal 34 ayat 1 yang menyebutkan,
"Fakir Miskin dan Anak Terlantar Dipelihara Oleh Negara".

Ternyata apa yang terjadi, masih terdapat sosok seperti mak lkoh ini atau mungkin masih banyak seperti mak lkoh- mak lkoh lainnya yang entah luput dari perhatian dari pemangku jabatan atau sengaja tidak peduli terhadap apa yang terjadi pada sekitar wilayah pemerintahannya tersebut.

(Khoer/Fatah).

No comments