halaman

    Social Items

BERITA-BERITA TERBARU

FOTO WEB

Suararakyatmerdeka.com
Saya mendengar berita ini,miris...seorang ibu mengubur bayinya hidup-hidup,
Menurut keterangan ayah bayi, bahwa sebelumnya ada tanda-tanda bahwa sang Istri mengalami sindrom baby blues.
Saat sang bayi telah dirawat di RS pasca dikubur hidup-hidup oleh sang Ibu, bupati Purwakarta menjenguk dan mengumpulkan para Bidan-bidan di kabupatennya untuk mensosialisasikan Sindrom baby blues kepada masyarakat agar tidak ada lagi kejadian serupa.

Yang saya garis bawahi, betapa kurangnya orang yang paham kondisi Ibu pasca melahirkan. Kerap ditemui di sekitar kita, orang-orang yang tidak bisa mnjaga mulutnya orang -orang untuk mengkomentari, menyinggung dan tidak bisa menjaga perasaan Ibu pasca melahirkan. Dan hal ini sering di remehkan. Lebih baik jangan menjenguk daripada tidak bisa jaga mulut.

Perlu menjadi perhatian orang tua,suami,mertua dan para ipar. Untuk bisa menjaga bathin sang Ibu agar tidak mudah stres dan depresi. Bahasa-bahasa yang santer terdengar dari orang-orang di sekitar sang Ibu,"kok, kamu tidak tahu urus diri sich abiz mlahirkan?,anakmu kok rewel sekali kalau sama kamu?, kamu harusnya pake stagen biar perut kamu tidak melar,jelek, baru satu anak saja badan sudah jelek! ,kok kamu cuma tidur-tiduran pagi-pagi begini? (Padahal malam begadang tidak bisa tidur karena anak rewel atau sakit),

Komentar dari orang yg umumnya terjadi , "anakmu kok kecil sekali? ,  suami kamu sudah memberi hadiah apa? Dulu waktu istriku lahiran aaku kasih hadiah, bunga dll., anak kamu item ya seperti bapaknya!!,  anak kamu cantik ya? Syukur enggak ikut wajah kamu jelek dan itam. Wah anak kamu ganteng, tidak seperti bapaknya! Buluk!  Kamu sich enggak pintar cari suami. Cari tuh bibit unggul yang tampan, tinggi dan kaya. , suami kamu bisa mnghidupi kamu dan anakmu?, "

Atau bahasa yang biasa terlontar dari suaminya ,"kamu kok tidak bisa bikin sarapan cepat buat saya? , mana makan siangku, kamu tidak masak seharian, ngapain km dari tadi?, semenjak ada anak kamu kurang perhatian sm suami?, kok kamu makin tdk bs urus diri?, makin lama kamu makin jelek!, "
Atau bahasa dari mertua, "istrimu kok tidak keluar-keluar kamar, tidak cium tangan bapak? Istrimu itu makin tidak hormat sama bapak, panggil ke rumah besok. Biar saya maki-maki dia!, istri kamu kok malas-malasan dari tadi, tidak bisa bantu-bantu ibu nyuci kek, ngepel kek. Istrimu kok jarang ke rumah bawa cucu? Lama-lama cucuku tidak kenal kalo kami keluarganya juga (padahal ibunya ngantor.pulang ngantor masih ngurus bayi dan mau istrahat juga karena kecapean).

Nah. Ada juga kasus pas dapat suami yang perhatian dengan istri. Tapi sang mertua yang tidak senang. Dan mlontarkan kalimat ke menantu,"kok semenjak mnikah suami kamu berubah? Seperti tidak perhatian dengan bapak/ibunya lagi"
(Menyalahkan pernikahan anaknya).

Belum lagi dapat ipar yang suka mengompor-ngompri mertua dan suaminya...
Masih banyak komentar-komentar lainnya lagi yang ruarrr biasaaa nyakitin bathin

Banyak faktor yang bisa mnyebabkan baby blues...
Dan banyak pula yang belum tau tentang sindrom ini. Terutama masyarakat awam dengan pendidikan rendah, tidak pula terbiasa berliterasi, tidak pula mau belajar, dan ada pula bawaan tabiat sifat buruk yang kerap kurang mnyenangkan dalam mempergauli orang lain.

Memang haruslah ada sosialisasi kepada keluarga yang dilakukan para bidan-bidan dan petugas-petugas puskesmas. Dan pihak KUA untuk membuat kegiatan-kegiatan parenting untuk para calon mempelai yang juga calon orangtua.

Dan perhatikan juga, para jomblowers jangan cuma kebelet menikah tanpa dibarengi pula semangat belajar menjadi orangtua. Karena banyak orang kaget dan tidak tahu apa yang mesti dilakukan saat menjadi oanrgtua. Jangan kau rusak anakmu karena dirimu yang malas belajar...dan para jomblowan belajarlah mengenai tabiat wanita karena sifat wanita itu unik dan rumit. Belajarlah menjaga bathin wanita demi anakmu kelak. Didiklah dia dengan lembut dan bersahabat...

BAHAYA FATAL SINDROM BABY BLUES


FOTO WEB

Suararakyatmerdeka.com
Saya mendengar berita ini,miris...seorang ibu mengubur bayinya hidup-hidup,
Menurut keterangan ayah bayi, bahwa sebelumnya ada tanda-tanda bahwa sang Istri mengalami sindrom baby blues.
Saat sang bayi telah dirawat di RS pasca dikubur hidup-hidup oleh sang Ibu, bupati Purwakarta menjenguk dan mengumpulkan para Bidan-bidan di kabupatennya untuk mensosialisasikan Sindrom baby blues kepada masyarakat agar tidak ada lagi kejadian serupa.

Yang saya garis bawahi, betapa kurangnya orang yang paham kondisi Ibu pasca melahirkan. Kerap ditemui di sekitar kita, orang-orang yang tidak bisa mnjaga mulutnya orang -orang untuk mengkomentari, menyinggung dan tidak bisa menjaga perasaan Ibu pasca melahirkan. Dan hal ini sering di remehkan. Lebih baik jangan menjenguk daripada tidak bisa jaga mulut.

Perlu menjadi perhatian orang tua,suami,mertua dan para ipar. Untuk bisa menjaga bathin sang Ibu agar tidak mudah stres dan depresi. Bahasa-bahasa yang santer terdengar dari orang-orang di sekitar sang Ibu,"kok, kamu tidak tahu urus diri sich abiz mlahirkan?,anakmu kok rewel sekali kalau sama kamu?, kamu harusnya pake stagen biar perut kamu tidak melar,jelek, baru satu anak saja badan sudah jelek! ,kok kamu cuma tidur-tiduran pagi-pagi begini? (Padahal malam begadang tidak bisa tidur karena anak rewel atau sakit),

Komentar dari orang yg umumnya terjadi , "anakmu kok kecil sekali? ,  suami kamu sudah memberi hadiah apa? Dulu waktu istriku lahiran aaku kasih hadiah, bunga dll., anak kamu item ya seperti bapaknya!!,  anak kamu cantik ya? Syukur enggak ikut wajah kamu jelek dan itam. Wah anak kamu ganteng, tidak seperti bapaknya! Buluk!  Kamu sich enggak pintar cari suami. Cari tuh bibit unggul yang tampan, tinggi dan kaya. , suami kamu bisa mnghidupi kamu dan anakmu?, "

Atau bahasa yang biasa terlontar dari suaminya ,"kamu kok tidak bisa bikin sarapan cepat buat saya? , mana makan siangku, kamu tidak masak seharian, ngapain km dari tadi?, semenjak ada anak kamu kurang perhatian sm suami?, kok kamu makin tdk bs urus diri?, makin lama kamu makin jelek!, "
Atau bahasa dari mertua, "istrimu kok tidak keluar-keluar kamar, tidak cium tangan bapak? Istrimu itu makin tidak hormat sama bapak, panggil ke rumah besok. Biar saya maki-maki dia!, istri kamu kok malas-malasan dari tadi, tidak bisa bantu-bantu ibu nyuci kek, ngepel kek. Istrimu kok jarang ke rumah bawa cucu? Lama-lama cucuku tidak kenal kalo kami keluarganya juga (padahal ibunya ngantor.pulang ngantor masih ngurus bayi dan mau istrahat juga karena kecapean).

Nah. Ada juga kasus pas dapat suami yang perhatian dengan istri. Tapi sang mertua yang tidak senang. Dan mlontarkan kalimat ke menantu,"kok semenjak mnikah suami kamu berubah? Seperti tidak perhatian dengan bapak/ibunya lagi"
(Menyalahkan pernikahan anaknya).

Belum lagi dapat ipar yang suka mengompor-ngompri mertua dan suaminya...
Masih banyak komentar-komentar lainnya lagi yang ruarrr biasaaa nyakitin bathin

Banyak faktor yang bisa mnyebabkan baby blues...
Dan banyak pula yang belum tau tentang sindrom ini. Terutama masyarakat awam dengan pendidikan rendah, tidak pula terbiasa berliterasi, tidak pula mau belajar, dan ada pula bawaan tabiat sifat buruk yang kerap kurang mnyenangkan dalam mempergauli orang lain.

Memang haruslah ada sosialisasi kepada keluarga yang dilakukan para bidan-bidan dan petugas-petugas puskesmas. Dan pihak KUA untuk membuat kegiatan-kegiatan parenting untuk para calon mempelai yang juga calon orangtua.

Dan perhatikan juga, para jomblowers jangan cuma kebelet menikah tanpa dibarengi pula semangat belajar menjadi orangtua. Karena banyak orang kaget dan tidak tahu apa yang mesti dilakukan saat menjadi oanrgtua. Jangan kau rusak anakmu karena dirimu yang malas belajar...dan para jomblowan belajarlah mengenai tabiat wanita karena sifat wanita itu unik dan rumit. Belajarlah menjaga bathin wanita demi anakmu kelak. Didiklah dia dengan lembut dan bersahabat...

No comments