Halaman

    Social Items

SUARA RAKYAT MERDEKA NEWS " SUARA KEADILAN UNTUK RAKYAT "
BERITA-BERITA TERBARU
( foto web )


Jakarta,(suararakyatmerdeka.com)--
Sidang lanjutan Ratna Sarumpaet terkait kasus Cerita hoax di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada selasa (12/3/2019) sidang tersebut beragendakan tanggapan JPU atas nota keberatan.

Sang Putri Atiqah Hasiholan untuk ketiga kalinya menemani Ratna Sarumpaet , Istri Rio Dewanto itu mengaku optimis hukuman yang didapat oleh sang bunda dapat diringankan.

Meskipun eksepsi telah ditolak oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan majelis hakim.

"Insyaallah optimis," sebut Atiqah Hasiholan singkat usai sidang.

"Harapan keluarga pasti meringankanlah," tambahnya.

Atiqah Hasiholan tidak banyak bicara pada media, Ia menyerahkan semuanya ke ranah hukum yang ada dengan harapan bisa memberikan hukuman seadil-adilnya kepada Ratna Sarumpaet.

"Kalau untuk hal-hal hukum seperti itu saya nggak bisa komentar, saya percayakan ke ranah hukum. Hakim lebih tahu," katanya


Pada saat menjalani Ratna Sarumpaet terlihat mengantuk pada lanjutan perkara keonaran lewat penyebaran hoax. Dia sesekali memejamkan matanya di kursi terdakwa.

Jaksa penuntut pada sidang lanjutan tersebut membeberkan tanggapan atas nota keberatan (eksepsi) yang sebelumnya dibacakan tim pengacara Ratna Sarumpaet. Tim jaksa menegaskan surat dakwaan disusun secara cermat, lengkap, dan jelas soal tindak pidana yang didakwakan.

Dengan wajahnya menghadap ke tim jaksa, Ratna sesekali memejamkan mata. Ratna terlihat beberapa kali tertunduk dalam ruang sidang lalu kembali mendongak dan mendengarkan tanggapan jaksa. Tatapannya lalu kembali melihat ke arah jaksa.

Ratna Sarumpaet mengaku mengantuk saat sidang. Semalam dia begadang untuk menulis buku ketika ditanya.

"Tau aja lagi, he-he.... Saya nulis tadi malam," sebutnya.

Lewat pengacara mempertanyakan surat dakwaan jaksa. Pengacara menyebut penerapan dakwaan kesatu, yakni Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1946, tidak tepat.

Kasus Hoax penganiayaan yang menjeratnnya, menurut pengacara, tidak menimbulkan keonaran di masyarakat. Ratna Sarumpaet didakwa bikin onar karena menyebar hoax penganiayaan dengan menyebarkan foto wajah lebam dan bengkak serta menyebut dipukuli dua orang. Padahal Ratna Sarumpaet menjalani operasi plastik di RS Bina Estetika, Menteng, Jakpus.

Tim jaksa balik mempertanyakan kapabilitas pengacara. Ditegaskan jaksa, surat dakwaan kasus keonaran karena penyebaran hoax sudah diuraikan secara cermat, jelas, dan lengkap sebagaimana pasal yang didakwakan terhadap Ratna .

Ratna didakwa membuat keonaran dengan menyebarkan kabar hoax penganiayaan. Ratna disebut sengaja membuat kegaduhan lewat cerita dan foto-foto wajah yang lebam dan bengkak yang diklaim akibat penganiayaan.

kata jaksa, sebutnya wajah bengkak dan lebam Ratna terjadi karena tindakan medis, yakni operasi plastik.

Kasus Cerita hoax penganiayaan, menurut jaksa, disebarkan Ratna Sarumpaet ke sejumlah orang lewat pesan WhatsApp. Jaksa juga menyebut Prabowo Subianto menggelar jumpa pers terkait kabar penganiayaan Ratna yang ternyata bohong belaka.

Ratna Sarumpaet didakwa tentang UU ITE dengan Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 28 UU No 19 Tahun 2016 .(khoer)

DIPERSIDANGAN LANJUTAN RATNA SARUMPAET DITEMANI PUTRINYA

( foto web )


Jakarta,(suararakyatmerdeka.com)--
Sidang lanjutan Ratna Sarumpaet terkait kasus Cerita hoax di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada selasa (12/3/2019) sidang tersebut beragendakan tanggapan JPU atas nota keberatan.

Sang Putri Atiqah Hasiholan untuk ketiga kalinya menemani Ratna Sarumpaet , Istri Rio Dewanto itu mengaku optimis hukuman yang didapat oleh sang bunda dapat diringankan.

Meskipun eksepsi telah ditolak oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan majelis hakim.

"Insyaallah optimis," sebut Atiqah Hasiholan singkat usai sidang.

"Harapan keluarga pasti meringankanlah," tambahnya.

Atiqah Hasiholan tidak banyak bicara pada media, Ia menyerahkan semuanya ke ranah hukum yang ada dengan harapan bisa memberikan hukuman seadil-adilnya kepada Ratna Sarumpaet.

"Kalau untuk hal-hal hukum seperti itu saya nggak bisa komentar, saya percayakan ke ranah hukum. Hakim lebih tahu," katanya


Pada saat menjalani Ratna Sarumpaet terlihat mengantuk pada lanjutan perkara keonaran lewat penyebaran hoax. Dia sesekali memejamkan matanya di kursi terdakwa.

Jaksa penuntut pada sidang lanjutan tersebut membeberkan tanggapan atas nota keberatan (eksepsi) yang sebelumnya dibacakan tim pengacara Ratna Sarumpaet. Tim jaksa menegaskan surat dakwaan disusun secara cermat, lengkap, dan jelas soal tindak pidana yang didakwakan.

Dengan wajahnya menghadap ke tim jaksa, Ratna sesekali memejamkan mata. Ratna terlihat beberapa kali tertunduk dalam ruang sidang lalu kembali mendongak dan mendengarkan tanggapan jaksa. Tatapannya lalu kembali melihat ke arah jaksa.

Ratna Sarumpaet mengaku mengantuk saat sidang. Semalam dia begadang untuk menulis buku ketika ditanya.

"Tau aja lagi, he-he.... Saya nulis tadi malam," sebutnya.

Lewat pengacara mempertanyakan surat dakwaan jaksa. Pengacara menyebut penerapan dakwaan kesatu, yakni Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1946, tidak tepat.

Kasus Hoax penganiayaan yang menjeratnnya, menurut pengacara, tidak menimbulkan keonaran di masyarakat. Ratna Sarumpaet didakwa bikin onar karena menyebar hoax penganiayaan dengan menyebarkan foto wajah lebam dan bengkak serta menyebut dipukuli dua orang. Padahal Ratna Sarumpaet menjalani operasi plastik di RS Bina Estetika, Menteng, Jakpus.

Tim jaksa balik mempertanyakan kapabilitas pengacara. Ditegaskan jaksa, surat dakwaan kasus keonaran karena penyebaran hoax sudah diuraikan secara cermat, jelas, dan lengkap sebagaimana pasal yang didakwakan terhadap Ratna .

Ratna didakwa membuat keonaran dengan menyebarkan kabar hoax penganiayaan. Ratna disebut sengaja membuat kegaduhan lewat cerita dan foto-foto wajah yang lebam dan bengkak yang diklaim akibat penganiayaan.

kata jaksa, sebutnya wajah bengkak dan lebam Ratna terjadi karena tindakan medis, yakni operasi plastik.

Kasus Cerita hoax penganiayaan, menurut jaksa, disebarkan Ratna Sarumpaet ke sejumlah orang lewat pesan WhatsApp. Jaksa juga menyebut Prabowo Subianto menggelar jumpa pers terkait kabar penganiayaan Ratna yang ternyata bohong belaka.

Ratna Sarumpaet didakwa tentang UU ITE dengan Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 28 UU No 19 Tahun 2016 .(khoer)

No comments