Halaman

    Social Items

BERITA-BERITA TERBARU
(foto web)


Jakarta, ( suararakyatmerdeka.com)--
Cawapres Prabowo Subianto angkat bicara tentang vonis 1,5 tahun penjara untuk Ahmad Dhani oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) terkait kasus hate speech yang kini sudah dikorting 6 bulan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta, Prabowo mengaku tidak mengetahui letak kesalahan Dhani.
Prabowo menyebutkan saat ditemui media pada saat memberikan pembekalan pada pendukungnya di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Jumat (15/3/2019).
" Saya terus terang saja, saya nggak mengerti salahnya Ahmad Dhani. Mana delik kesalahannya saya tidak mengerti," sebut Prabowo.

Sindiran Prabowo pada keputusan hakim yang menjatuhkan vonis terhadap Dhani. Prabowo berharap hakim yang memvonis Dhani sadar telah berbuat kezaliman.

“ Semoga hakim yang menjatuhkan keputusan itu semoga dia bisa tidur dengan nyenyak tiap malam. Semoga dia cepat sadar bahwa yang dia lakukan adalah zalim," kata Prabowo.

Akibatnya cuitanya Dhani mengantarkan dirinya ke meja hijau. Pada 28 Januari lalu, hakim PN Jaksel memvonis Dhani 1,5 tahun penjara.

Tidak terima, Dhani mengajukan banding ke PT Jakarta. PT Jakarta mengurangi masa hukuman terdakwa kasus ujaran kebencian itu, dari 1,5 tahun penjara menjadi 1 tahun penjara. Vonis tersebut diketok oleh hakim tinggi Ester Siregar dibantu anggota M Yusuf dan Hidayat.

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menerima banding p
ada Rabu (13/03/2019) yang diajukan Ahmad Dhani. Hukuman Dhani dipotong dari 1,5 tahun menjadi 1 tahun penjara dengan alasan masa tahanan sebelumnya dianggap terlalu berat. Namun, pihak Dhani masih mengusahakan pentolan Dewa 19 itu agar bisa bebas dengan mengajukan kasasi.

Pada kesempatan lain Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
 mendukung langkah Ahmad Dhani yang akan mengajukan kasasi setelah Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta mengurangi masa hukuman Ahmad Dhani dari 1,5 tahun penjara menjadi 1 tahun penjara.

Anggota Direktorat Advokasi BPN Habiburokhman ketika dikonfirmasi pada kamis (15/3/2019) membenarkan hal tersebut,
"Ya tentu kami akan ajukan kasasi, karena jika merujuk pada fakta persisangan Ahmad Dhani seharusnya bebas," sebut Habiburokhman.

Dia pun kembali menegaskan jika Ahmad Dhani tidak memiliki unsur pelanggaran pidana terkait kasus ujaran kebencian yang menjeratnya. Untuk itu, menurut Habiburokhman, Dhani harusnya bebas.

Sejatinya kami tak rela satu hari pun Mas Dhani ditahan, karena menurut kami perbuatan beliau tidak memenuhi unsur pelanggaran pidana," terangnya.
Habiburokhman lantas mengkritik demokrasi yang sedang berjalan saat ini, terkait kasus Ahmad Dhani.

"Demokrasi kita saat ini sedang dalam ujian, kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat rasanya kian mahal," katanya.

Meski PT Jakarta telah mengurangi masa hukuman Ahmad Dhani, namun Habiburokhman menilai putusan hakim PT Jakarta masih jauh dari keadilan.

"Masih jauh dari rasa keadilan, karena seharusnya putusan bebas," katanya lagi.

Kuasa hukum Ahmad Dhani menilai pengurangan masa hukuman itu sebagai bentuk keragu-raguan hakim.

"Masalah pengurangan vonis kamii apresiasi, cuma di sisi pertimbangan hukumnya kami keberatan apabila hakim berpendapat apa yang dinyatakan Ahmad Dhani itu merupakan sebuah ujaran kebencian. Kami melihatnya dari sisi psikologis hakim, hakim di satu pihak sebenarnya ragu untuk memutuskan Ahmad Dhani bersalah," kata pengacara Ahmad Dhani, Hendarsam Marantoko (14/3/2019).

Dia pun mengaku masih belum puas dengan putusan hakim PT itu. Pihaknya akan mengambil upaya hukum di tingkat kasasi untuk mengupayakan kebebasan Ahmad Dhani.

"Kami akan uji itu di tingkat kasasi, apabila kami sudah menerima salinan putusan maka kami ada jangka waktu untuk mengajukan kasasi," sebutnya.(khoer)

PRABOWO ANGKAT BICARA TENTANG VONIS AHMAD DHANI

(foto web)


Jakarta, ( suararakyatmerdeka.com)--
Cawapres Prabowo Subianto angkat bicara tentang vonis 1,5 tahun penjara untuk Ahmad Dhani oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) terkait kasus hate speech yang kini sudah dikorting 6 bulan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta, Prabowo mengaku tidak mengetahui letak kesalahan Dhani.
Prabowo menyebutkan saat ditemui media pada saat memberikan pembekalan pada pendukungnya di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Jumat (15/3/2019).
" Saya terus terang saja, saya nggak mengerti salahnya Ahmad Dhani. Mana delik kesalahannya saya tidak mengerti," sebut Prabowo.

Sindiran Prabowo pada keputusan hakim yang menjatuhkan vonis terhadap Dhani. Prabowo berharap hakim yang memvonis Dhani sadar telah berbuat kezaliman.

“ Semoga hakim yang menjatuhkan keputusan itu semoga dia bisa tidur dengan nyenyak tiap malam. Semoga dia cepat sadar bahwa yang dia lakukan adalah zalim," kata Prabowo.

Akibatnya cuitanya Dhani mengantarkan dirinya ke meja hijau. Pada 28 Januari lalu, hakim PN Jaksel memvonis Dhani 1,5 tahun penjara.

Tidak terima, Dhani mengajukan banding ke PT Jakarta. PT Jakarta mengurangi masa hukuman terdakwa kasus ujaran kebencian itu, dari 1,5 tahun penjara menjadi 1 tahun penjara. Vonis tersebut diketok oleh hakim tinggi Ester Siregar dibantu anggota M Yusuf dan Hidayat.

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menerima banding p
ada Rabu (13/03/2019) yang diajukan Ahmad Dhani. Hukuman Dhani dipotong dari 1,5 tahun menjadi 1 tahun penjara dengan alasan masa tahanan sebelumnya dianggap terlalu berat. Namun, pihak Dhani masih mengusahakan pentolan Dewa 19 itu agar bisa bebas dengan mengajukan kasasi.

Pada kesempatan lain Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
 mendukung langkah Ahmad Dhani yang akan mengajukan kasasi setelah Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta mengurangi masa hukuman Ahmad Dhani dari 1,5 tahun penjara menjadi 1 tahun penjara.

Anggota Direktorat Advokasi BPN Habiburokhman ketika dikonfirmasi pada kamis (15/3/2019) membenarkan hal tersebut,
"Ya tentu kami akan ajukan kasasi, karena jika merujuk pada fakta persisangan Ahmad Dhani seharusnya bebas," sebut Habiburokhman.

Dia pun kembali menegaskan jika Ahmad Dhani tidak memiliki unsur pelanggaran pidana terkait kasus ujaran kebencian yang menjeratnya. Untuk itu, menurut Habiburokhman, Dhani harusnya bebas.

Sejatinya kami tak rela satu hari pun Mas Dhani ditahan, karena menurut kami perbuatan beliau tidak memenuhi unsur pelanggaran pidana," terangnya.
Habiburokhman lantas mengkritik demokrasi yang sedang berjalan saat ini, terkait kasus Ahmad Dhani.

"Demokrasi kita saat ini sedang dalam ujian, kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat rasanya kian mahal," katanya.

Meski PT Jakarta telah mengurangi masa hukuman Ahmad Dhani, namun Habiburokhman menilai putusan hakim PT Jakarta masih jauh dari keadilan.

"Masih jauh dari rasa keadilan, karena seharusnya putusan bebas," katanya lagi.

Kuasa hukum Ahmad Dhani menilai pengurangan masa hukuman itu sebagai bentuk keragu-raguan hakim.

"Masalah pengurangan vonis kamii apresiasi, cuma di sisi pertimbangan hukumnya kami keberatan apabila hakim berpendapat apa yang dinyatakan Ahmad Dhani itu merupakan sebuah ujaran kebencian. Kami melihatnya dari sisi psikologis hakim, hakim di satu pihak sebenarnya ragu untuk memutuskan Ahmad Dhani bersalah," kata pengacara Ahmad Dhani, Hendarsam Marantoko (14/3/2019).

Dia pun mengaku masih belum puas dengan putusan hakim PT itu. Pihaknya akan mengambil upaya hukum di tingkat kasasi untuk mengupayakan kebebasan Ahmad Dhani.

"Kami akan uji itu di tingkat kasasi, apabila kami sudah menerima salinan putusan maka kami ada jangka waktu untuk mengajukan kasasi," sebutnya.(khoer)

No comments