Halaman

    Social Items

BERITA-BERITA TERBARU

gambar animasi web

Suararakyatmerdeka.com,
Allah sudah tetapkan taqdir setiap hamba sejak sebelum penciptaan dunia. Termasuk di antara taqdir Allah atas hambaNya adalah jatah rejeki. Oleh karen itu, rejeki tidak mungkin salah alamat.

Rejeki berselimut misteri. Kita bisa saja memprediksi. Tapi, kepastiannya hanya Allah yang mengetahui. Rejeki pendapatan, misalnya. Betapa sering kita dengar teman, kenalan, atau seseorang yang telah merancang strategi bisnis seolah tanpa cela. Akan tetapi, bisnis itu ambruk secara tak terduga. Atau, seseorang yang sudah menyusun berbagai rencana hidup yang optimis, ternyata esok paginya jatah nafas dia telah habis....

Kita tidak tahu berapa jatah rejeki kita. Sebab, kita tidak tahu bagaimana taqdir Allah 'Azza wa Jalla. Kita hanya dituntut berusaha menjemput jatah rejeki  dengan cara yang Allah ridhoi.

Rejeki adalah perkara gaib, dan seringkali tampak tidak masuk akal. Mungkin kita termasuk yang suka bertanya-tanya ketika melihat seorang bapak tua penjual ranjang kayu yang menyusuri jalanan sambil memikul dagangannya. Siapa yang akan membelinya? Bagaimana jika hari itu tak laku dagangannya? Bagaimana dia menafkahi keluarganya?

Atau, ketika kita melihat deretan warung yang menjual jenis dagangan yang sama. Meskipun ada warung yang menjadi favorit, tapi, warung yang lain tetap saja ada pembelinya.

Rejeki benar-benar perkara misterius yang kadarnya telah Allah tetapkan sesuai kehendakNya. Allah telah menjamin rejeki kita. Sekarang, tinggal bagaimana kita berbaik sangka kepada ketetapan Allah Ta'ala, kemudian menjalankan sunnah-sunnahNya:  berdoa, berusaha, kemudian menyerahkan hasilnya pada Allah semata.

Semoga Allah mudahkan urusan kita, dan mudahkan kita untuk senantiasa bersyukur padaNya.

REZEKI TAK MUNGKIN SALAH ALAMAT


gambar animasi web

Suararakyatmerdeka.com,
Allah sudah tetapkan taqdir setiap hamba sejak sebelum penciptaan dunia. Termasuk di antara taqdir Allah atas hambaNya adalah jatah rejeki. Oleh karen itu, rejeki tidak mungkin salah alamat.

Rejeki berselimut misteri. Kita bisa saja memprediksi. Tapi, kepastiannya hanya Allah yang mengetahui. Rejeki pendapatan, misalnya. Betapa sering kita dengar teman, kenalan, atau seseorang yang telah merancang strategi bisnis seolah tanpa cela. Akan tetapi, bisnis itu ambruk secara tak terduga. Atau, seseorang yang sudah menyusun berbagai rencana hidup yang optimis, ternyata esok paginya jatah nafas dia telah habis....

Kita tidak tahu berapa jatah rejeki kita. Sebab, kita tidak tahu bagaimana taqdir Allah 'Azza wa Jalla. Kita hanya dituntut berusaha menjemput jatah rejeki  dengan cara yang Allah ridhoi.

Rejeki adalah perkara gaib, dan seringkali tampak tidak masuk akal. Mungkin kita termasuk yang suka bertanya-tanya ketika melihat seorang bapak tua penjual ranjang kayu yang menyusuri jalanan sambil memikul dagangannya. Siapa yang akan membelinya? Bagaimana jika hari itu tak laku dagangannya? Bagaimana dia menafkahi keluarganya?

Atau, ketika kita melihat deretan warung yang menjual jenis dagangan yang sama. Meskipun ada warung yang menjadi favorit, tapi, warung yang lain tetap saja ada pembelinya.

Rejeki benar-benar perkara misterius yang kadarnya telah Allah tetapkan sesuai kehendakNya. Allah telah menjamin rejeki kita. Sekarang, tinggal bagaimana kita berbaik sangka kepada ketetapan Allah Ta'ala, kemudian menjalankan sunnah-sunnahNya:  berdoa, berusaha, kemudian menyerahkan hasilnya pada Allah semata.

Semoga Allah mudahkan urusan kita, dan mudahkan kita untuk senantiasa bersyukur padaNya.

No comments