Halaman

    Social Items

BERITA-BERITA TERBARU


Suararakyatmerdeka.com

Kerawang Jawa Barat, Kepolisian Resor (Polres) Karawang secara Simbolis resmi memulai Operasi Keselamatan Lodaya 2019. Pada Apel Gelaran Pasukan Operasi Keselamatan Lodaya 2019 di lapangan Polres Karawang, jalan Surotokunto, Karawang,Selasa (30/04/2019).

Acara dimulai ditandai penyematan pita tanda penugasan operasi, dan pelepasan balon pada apel Gelar Pasukan Operasi Lodaya 2019.

Dalam sambutannya Wakapolres Karawang, Kompol Ryky  Muharam menyampaikan, amanat undang undang lalu lintas tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat Kepolisian saja.

Kompol Ryky juga mengatakan, semua unsur diantaranya, Polri, TNI, Pemerintah, dan masyarakat akan dilibatkan sejajar dalam penugasan pada Operasi Keselamatan.



" Prioritas operasi, mengarah kepada Dikmas ( Pendidikan Masyarakat) dalam berlalu Lintas. Edukasi terhadap masyarakat terfokus kepada 7 sasaran utama operasi Keselamatan Lodaya 2019, " sebut Kompol Ryky.

Sasaran utama Operasi Keselamatan Lodaya 2019 diantaranya Larangan HP saat mengemudi, Penggunaan Safety belt, Penggunaan Helm saat berkendara, Pengendara dibawah umur, Pengemudi lawan arus, Pengendara mabuk karena pengaruh alkohol dan Narkoba, Pengendara yang melebih batas kecepatan dan kapasitas penumpang.

Pada kesempatan itu Kasat Lantas Polres Karawang, AKP Bariu Bawana, mengatakan, selama 15 hari kedepan pelaksanaan Operasi Keselamatan Lodaya akan digelar serentak.

AKP Bariu juga menambahkan, Sebelumnya kegiatan ini bernama Operasi Simpatik Lodaya dan pada tahun 2019 ini berganti nama menjadi Operasi Keselamatan Lodaya.
Kegiatan Operasi tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Penekanan 20 persen Represif (penindakan), Preventif (pencegahan) 40 persen, dan Preemtif ( teguran) 40 persen.

Hindari cara mengemudi atau berkendara yang tidak sesuai dengan prosedur keselamatan berlalu lintas. Data kecelakaan lalu lintas di Karawang tercatat, tahun 2018 korban kecelakaan lalu lintas mencapai 4.096 kasus, 1.135 diantaranya meninggal dunia dan 542 menderita luka berat.

" Dalam operasi ini penindakan terhadap pengemudi sambil merokok saat berkendara belum termasuk dalam prioritas operasi tahun ini, " tutur AKB Bariu.

Polres Kerawang Pimpin Apel Gelaran Operasi Keselamatan Lodaya 2019



Suararakyatmerdeka.com

Kerawang Jawa Barat, Kepolisian Resor (Polres) Karawang secara Simbolis resmi memulai Operasi Keselamatan Lodaya 2019. Pada Apel Gelaran Pasukan Operasi Keselamatan Lodaya 2019 di lapangan Polres Karawang, jalan Surotokunto, Karawang,Selasa (30/04/2019).

Acara dimulai ditandai penyematan pita tanda penugasan operasi, dan pelepasan balon pada apel Gelar Pasukan Operasi Lodaya 2019.

Dalam sambutannya Wakapolres Karawang, Kompol Ryky  Muharam menyampaikan, amanat undang undang lalu lintas tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat Kepolisian saja.

Kompol Ryky juga mengatakan, semua unsur diantaranya, Polri, TNI, Pemerintah, dan masyarakat akan dilibatkan sejajar dalam penugasan pada Operasi Keselamatan.



" Prioritas operasi, mengarah kepada Dikmas ( Pendidikan Masyarakat) dalam berlalu Lintas. Edukasi terhadap masyarakat terfokus kepada 7 sasaran utama operasi Keselamatan Lodaya 2019, " sebut Kompol Ryky.

Sasaran utama Operasi Keselamatan Lodaya 2019 diantaranya Larangan HP saat mengemudi, Penggunaan Safety belt, Penggunaan Helm saat berkendara, Pengendara dibawah umur, Pengemudi lawan arus, Pengendara mabuk karena pengaruh alkohol dan Narkoba, Pengendara yang melebih batas kecepatan dan kapasitas penumpang.

Pada kesempatan itu Kasat Lantas Polres Karawang, AKP Bariu Bawana, mengatakan, selama 15 hari kedepan pelaksanaan Operasi Keselamatan Lodaya akan digelar serentak.

AKP Bariu juga menambahkan, Sebelumnya kegiatan ini bernama Operasi Simpatik Lodaya dan pada tahun 2019 ini berganti nama menjadi Operasi Keselamatan Lodaya.
Kegiatan Operasi tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Penekanan 20 persen Represif (penindakan), Preventif (pencegahan) 40 persen, dan Preemtif ( teguran) 40 persen.

Hindari cara mengemudi atau berkendara yang tidak sesuai dengan prosedur keselamatan berlalu lintas. Data kecelakaan lalu lintas di Karawang tercatat, tahun 2018 korban kecelakaan lalu lintas mencapai 4.096 kasus, 1.135 diantaranya meninggal dunia dan 542 menderita luka berat.

" Dalam operasi ini penindakan terhadap pengemudi sambil merokok saat berkendara belum termasuk dalam prioritas operasi tahun ini, " tutur AKB Bariu.

No comments