Halaman

    Social Items

SUARA RAKYAT MERDEKA NEWS " SUARA KEADILAN UNTUK RAKYAT "
BERITA-BERITA TERBARU

Suararakyatmerdeka.com

Jakarta, Pimpinan Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional (Komnas TPN) PB-OPM, Brigjen Ayub Waker menyatakan perang terhadap Militer Indonesia dan akan serang PT. Freeport di Tembagapura Papua.

Pernyataan tersebut disampaikan dan dipublikasikan melalui suara Wiyaimana oleh Jubir TPNPB, Sebby Sombo, Senin (06/05/2019).

Adapun isi dari pernyataan sikap tersebut menyebut :

TPNPBNews, Ultimatum perang dikeluarkan melalui rekaman video dari Markas KODAP VIII Kemabu Intan Jaya pada Tanggal 10 April 2019.

Pernyataan resmi kembali dikeluarkan terbuka kepada Pemerintah Republik Indonesia, agar Pemerintah Indonesia dapat mengetahui bahwa Bridgjen Ayub Waker telah memerintahkan kembali melakukan serangan terhadap PT. Freeport Indonesia di Tembagapura Papua.

Pernyataan perang ini keluarkan resmi dalam sebuah upacara penyerahan Surat Keputusan (SK) KODAP Kemabu Intan Jaya, dengan Tongkat Komando dan atribut pimpinan militer yang berlaku pada Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat.

Brigadir Jendral (Brigjen) Ayub Waker adalah selaku panglima KODAP 8 Intan Jaya yang beroperasi meliputi wilayah sekitar Tembagapura. Dan beliau telah lama memimpin pasukannya melakukan serangan terhadap militer Indonesia di wilayah Tebagapura, Papua.

Dalam laporan lisannya, Ayub Waker klaim telah menembak puluhan militer Indonesia di sekitar Tembagapura saat perang pada tahun 2012-2018.

Pasukan Ayub Waker memiliki senjata canggih standar militer. Senjata tersebut dari hasil rampasan milik militer dan Polisi Indonesia dan juga diperoleh dari hasil beli dari senjata militer Indonesia.

Ayub Waker mengungkapkan sumber kepemilikan senjata saat pelaksanaan upacara penjerahan SK KODAP di Markas Kemabu Intanjaya.

Pasukan TPNPB-OPM KODAP VIII Kemabu Intan Jaya dibawah Komando Panglima Ayub Waker (Pic Doc TPNPB)
dalam sebuah rekaman video pernyataan Ayub Waker, diumumkan terbuka kepada Indonesia bahwa dirinya telah mengeluarkan perintah perang untuk melawan militer Indonesia.

Hal serupa masih dalam pernyataan rekaman video pernyataan dilanjutkan oleh Komandan Operasi KODAP 8 Intanjaya, menentukan sasaran perang meliputi wilayah Tembagapura Papua.

Pengumuman perang ini menyatakan bahwa akan menyerang kembali perusaaan raksasa pertambangan emas di Tembagapura, dan pernyataan ini disampaikan langsung oleh Komandan operasi atas perintah Panglima KODAP 8 Intanjaya.

Perang ini masih tetap terpaku pada peraturan perang yang telah berlaku umum pada Komando Nasional TPNPB.

Tuntutan dari perang gerilya atas perintah ini adalah tetap pada peraturan prinsip-prinsip perang TPNPB Komando Nasional yang telah diatur dalam 12 pasal, dan yang telah umumkan oleh Kepala Staf operasi Markas Pusat Mayjend. Lekagak Telenggen pada Januari 2018 lalu di Markas Gimagi Yambi Puncakjaya Papua.

Tuntutan dari pada perang TPNPB di seluruh wilayah Papua Barat adalah tetap sama pada yang telah diatur dalam peraturan perang TPNPB.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca Juga

Pangdam I/Bukit Barisan Buka Puasa Bersama di Makodim 0315/Bintan

Pangdam I/Bukit Barisan Berangkatkan 500 Prajurit Satgas Pam Rahwan Maluku Yonif RK 136/TS Tugas Operasi

Kodam I/Bukit Barisan Bagi Takjil Gratis Kepada Pengguna Jalan Di Medan

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Maka pasukan dari Brigjen Ayub Waker sebagaimana perintah perang yang telah secara resmi terbuka diturunkan sebagai tanggungjawab tugas revolusi yang harus dilaksanakan dari pasukannya.

Komandan operasi telah menyatakan siap memimpin pasukan memasuki medan perang pada sasaran perusahaan PT. Freeport Indonesia di Tembagapura.

Sejak perintah ini dikeluarkan sebaiknya bagi karyawan perusahaan yang bukan bersenjata meninggalkan pekerjaan.

Apabila terjadi perang dan karyawan yang bukan bersenjata menjadi korban. Untuk hal itu TPNPB umumkan dan sampaikan sebelum terjadi perang agar setiap orang yang bukan bersenjata atau warga sipil wajib kosongkan wilayah Tembagapura.

TPNPB akan menembak mati seorang yang bukan bersenjata tetapi yang masih berada di wilayah Tembagapura sesudah pengumuman pernyataan perang ini dikeluarkan.

Pernyataan ini akan berlaku terhitung dari hari pernyatan ini publikasi kepada public sampai pada perang memulai.

Jika terdapat korban warga sipil atau seorang yang bukan bersenjata, adalah resiko akibat dari tidak mengindahkan dari pengumuman perintah perang ini.

TPNPB inginkan aktifitas pertambangan emas di Tembagapura harus dihentikan sebelum Indonesia melaksanakan Tuntutan TPNPB, untuk hak penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua Barat.

Sebelum terwujud tujuan TPNPB untuk kemerdekaan bangsa Papua, perang tidak akan pernah berhenti, jika sampai Indonesia tidak inginkan Kemerdekaan Papua maka perang sampai pada dunia kiamat.

(Fatah)
Sumber : Kabar Today/hrs



Brigjen Ayub Waker (OPM) Nyatakan Perang Terhadap Militer Indonesia


Suararakyatmerdeka.com

Jakarta, Pimpinan Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional (Komnas TPN) PB-OPM, Brigjen Ayub Waker menyatakan perang terhadap Militer Indonesia dan akan serang PT. Freeport di Tembagapura Papua.

Pernyataan tersebut disampaikan dan dipublikasikan melalui suara Wiyaimana oleh Jubir TPNPB, Sebby Sombo, Senin (06/05/2019).

Adapun isi dari pernyataan sikap tersebut menyebut :

TPNPBNews, Ultimatum perang dikeluarkan melalui rekaman video dari Markas KODAP VIII Kemabu Intan Jaya pada Tanggal 10 April 2019.

Pernyataan resmi kembali dikeluarkan terbuka kepada Pemerintah Republik Indonesia, agar Pemerintah Indonesia dapat mengetahui bahwa Bridgjen Ayub Waker telah memerintahkan kembali melakukan serangan terhadap PT. Freeport Indonesia di Tembagapura Papua.

Pernyataan perang ini keluarkan resmi dalam sebuah upacara penyerahan Surat Keputusan (SK) KODAP Kemabu Intan Jaya, dengan Tongkat Komando dan atribut pimpinan militer yang berlaku pada Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat.

Brigadir Jendral (Brigjen) Ayub Waker adalah selaku panglima KODAP 8 Intan Jaya yang beroperasi meliputi wilayah sekitar Tembagapura. Dan beliau telah lama memimpin pasukannya melakukan serangan terhadap militer Indonesia di wilayah Tebagapura, Papua.

Dalam laporan lisannya, Ayub Waker klaim telah menembak puluhan militer Indonesia di sekitar Tembagapura saat perang pada tahun 2012-2018.

Pasukan Ayub Waker memiliki senjata canggih standar militer. Senjata tersebut dari hasil rampasan milik militer dan Polisi Indonesia dan juga diperoleh dari hasil beli dari senjata militer Indonesia.

Ayub Waker mengungkapkan sumber kepemilikan senjata saat pelaksanaan upacara penjerahan SK KODAP di Markas Kemabu Intanjaya.

Pasukan TPNPB-OPM KODAP VIII Kemabu Intan Jaya dibawah Komando Panglima Ayub Waker (Pic Doc TPNPB)
dalam sebuah rekaman video pernyataan Ayub Waker, diumumkan terbuka kepada Indonesia bahwa dirinya telah mengeluarkan perintah perang untuk melawan militer Indonesia.

Hal serupa masih dalam pernyataan rekaman video pernyataan dilanjutkan oleh Komandan Operasi KODAP 8 Intanjaya, menentukan sasaran perang meliputi wilayah Tembagapura Papua.

Pengumuman perang ini menyatakan bahwa akan menyerang kembali perusaaan raksasa pertambangan emas di Tembagapura, dan pernyataan ini disampaikan langsung oleh Komandan operasi atas perintah Panglima KODAP 8 Intanjaya.

Perang ini masih tetap terpaku pada peraturan perang yang telah berlaku umum pada Komando Nasional TPNPB.

Tuntutan dari perang gerilya atas perintah ini adalah tetap pada peraturan prinsip-prinsip perang TPNPB Komando Nasional yang telah diatur dalam 12 pasal, dan yang telah umumkan oleh Kepala Staf operasi Markas Pusat Mayjend. Lekagak Telenggen pada Januari 2018 lalu di Markas Gimagi Yambi Puncakjaya Papua.

Tuntutan dari pada perang TPNPB di seluruh wilayah Papua Barat adalah tetap sama pada yang telah diatur dalam peraturan perang TPNPB.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca Juga

Pangdam I/Bukit Barisan Buka Puasa Bersama di Makodim 0315/Bintan

Pangdam I/Bukit Barisan Berangkatkan 500 Prajurit Satgas Pam Rahwan Maluku Yonif RK 136/TS Tugas Operasi

Kodam I/Bukit Barisan Bagi Takjil Gratis Kepada Pengguna Jalan Di Medan

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Maka pasukan dari Brigjen Ayub Waker sebagaimana perintah perang yang telah secara resmi terbuka diturunkan sebagai tanggungjawab tugas revolusi yang harus dilaksanakan dari pasukannya.

Komandan operasi telah menyatakan siap memimpin pasukan memasuki medan perang pada sasaran perusahaan PT. Freeport Indonesia di Tembagapura.

Sejak perintah ini dikeluarkan sebaiknya bagi karyawan perusahaan yang bukan bersenjata meninggalkan pekerjaan.

Apabila terjadi perang dan karyawan yang bukan bersenjata menjadi korban. Untuk hal itu TPNPB umumkan dan sampaikan sebelum terjadi perang agar setiap orang yang bukan bersenjata atau warga sipil wajib kosongkan wilayah Tembagapura.

TPNPB akan menembak mati seorang yang bukan bersenjata tetapi yang masih berada di wilayah Tembagapura sesudah pengumuman pernyataan perang ini dikeluarkan.

Pernyataan ini akan berlaku terhitung dari hari pernyatan ini publikasi kepada public sampai pada perang memulai.

Jika terdapat korban warga sipil atau seorang yang bukan bersenjata, adalah resiko akibat dari tidak mengindahkan dari pengumuman perintah perang ini.

TPNPB inginkan aktifitas pertambangan emas di Tembagapura harus dihentikan sebelum Indonesia melaksanakan Tuntutan TPNPB, untuk hak penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua Barat.

Sebelum terwujud tujuan TPNPB untuk kemerdekaan bangsa Papua, perang tidak akan pernah berhenti, jika sampai Indonesia tidak inginkan Kemerdekaan Papua maka perang sampai pada dunia kiamat.

(Fatah)
Sumber : Kabar Today/hrs



No comments