halaman

    Social Items

BERITA-BERITA TERBARU


TANGERANG, ( Suararakyatmerdeka.com ) - Kapolsek Cipondoh Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Donni Bagus Wibisono,SE melaporkan Aksi Pemasangan Spanduk “ Hak Hidup Aman dan Nyaman” atas Dampak Pembangunan Proyek Jalan Tol Kunciran - Cengkareng oleh Warga Cluster Grassia Perum Banjar Wijaya bertempat di Pos Security Cluster Grassia Perum Banjar Wijaya , Kel. Cipete, Kec. Pinang, Kota Tangerang. Sabtu pagi, (12/10/2019) pukul 08.00 WIB. 

Kapolsek menyebutkan telah berkumpul massa warga dari RW. 10 Perumahan Cluster Grassia
sekitar 50 orang pimpinan Sdr. Donny momer (Ketua RW. 10 Cluster Grassia) dan Korlap sdr. Yan Rosiana/ Rian ( Pengurus RW 10) Aksi dalam rangka Pemasangan Spanduk Hak Hidup Aman dan Nyaman Warga Cluster Grassia dampak Pembangunan Proyek Jalan Tol Kunciran - Cengkareng.

Aksi diawali dengan makan/sarapan pagi bersama di Pos Security Cluster Grassia kemudian dilanjutkan dengan sambutan / orasi oleh Sdr. Donny Momer (Ketua RW. 10 Cluster Grassia), ia menyampaikan bahwa kehadiran kita sebagai bentuk kepedulian terhadap tempat tinggal dan keamanan di lingkungan kita.


“ Kita merupakan warga yang punya kepentingan besar untuk lingkungan, warga tidak menolak program nasional dan pembangunan jalan tol akan tetapi kita mempunyai hak yang mendasar untuk keamanan dan kenyamanan di lingkungan tempat tinggal kita, Marilah pagi hari ini kita sampaikan aspirasi kita untuk hidup aman dan nyaman,” sebut Donny Momer.

Adapun Orasi dari Muhmmmd Kiki (Ketua DKM Masjid Baitussalam), ia menyampaikan, Saya mendukung aspirasi yang disampaikan oleh warga Cluster Grassia dalam menuntut keamanan dan kenyamanan atas dampak yang di timbulkan dari pembangunan Jalan Tol.

H. Dedi selaku warga Cluster Grassia yang Rumahnya berbatasan dengan Jalan Tol, menyampaikan pembangunan Jalan Tol tersebut berdampak dengan rusaknya tembok rumah, kekawatiran keamanan dan kebisingan serta polusi yang mengganggu keluarga kami disebabkan dari proyek pembangunan jalan tol.

“ Saya berpesan apabila nanti perwakilan warga yang akan menghadiri pertemuan harus dapat memenuhi segala aspirasi warga khususnya terkait keamanan warga yang rumahnya terkena dampak langsung dari Jalan Tol tersebut, syukur-syukur warga yang rumahnya dekat dengan jalan Tol dapat dibebaskan dan diganti rugi oleh pemerintah.


Agus Winarto (Koordinator keamanan Cluster Grassia) ikut menyampaikan aspirasinya, saya mendukung aksi aspirasi ini dalam menyampaikan hak-hak masyarakat dan kita tidak menolak pembangunan nasional namun kita harus mendapatkan hak-hak yang menjadi keinginan warga.

Hj. Devi (Ketua Posyandu Grassia) menyampaikan, Dampak yang saya rasakan dari Pembangunan Jalan Tol tersebut tembok rumah saya menjadi retak dan pengerjaan proyek sangat bising sehingga menggangu aktifitas istirahat kami sekeluarga.

“ Harapan saya kedepan mendapatkan ganti rugi atau lahan rumah saya dpt dibebaskan sehingga saya dapat hidup aman, tenang dan nyaman,” katanya.


Johan warga Cluster Grassia ikut pula , menyampaikan Perkembangan terakhir menyangkut permasalahan kita selama saya mengikuti rapat dengan pihak JKC yaitu kita meminta pembatas keamanan antara Jalan Tol dengan area Cluster kita namun dari pihak JKC akan memenuhi aspirasi kita dengan langkah yang diambil bersama pihak BPJT dengan mengirimkan Tim Survey utk melakukan kaji ulang Amdal untuk memenuhi prosedur dan jika hasil Amdal keluar baru membuatkan tembok pembatas antara Jalan Tol dengan Area Cluster.

“ Minggu depan akan diadakan pertemuan yg di fasilitasi oleh Pemkot Tng dgn mengundang semua instansi terkait. Utk membahas tuntutan warga cluster Grassia.” sebut Johan.

Pada kesempatan itu pula Mayor Inf. Bambang EP (Danramil 01 Tangerang menyampaikan Agar warga dalam menyampaikan aspirasi sesuai dengan prosedur dan tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum.

Lebih lanjut kapolsek Cipndoh Kompol Donni mengatakan, Pada pukul 08.40 WIB warga Cluster Grassia menuju Proyek Pembangunan Jalan Tol untuk melakukan pemasangan Spanduk yang bertuliskan tuntutan, Warga mendukung pembangunan jalan tol tapi tolong jangan usik kenyamanan dan keamanan hidup kami, warga ingin hidup aman dan nyaman, dan PP no. 15/2005, PP no. 34/2006, Kepmen 353 Geometri Jalan Tol, Apakah diTerapkan dalam Pembangunan Tol Kunciran - Cengkareng.

“ Kegiatan selesai pada pukul 09.20 WIB. Kemudian massa aksi menuju Kantor Pemasaran Banjar Wijaya dan tiba pkl. 09.30 WIB langsung melakukan orasi di depan Kantor Pemasaran yang intinya menyapaikan agar Pihak Banjar Wijaya lebih memperhatikan warganya yang terkena dampak pembangunan Jalan Tol jangan bersikap cuek dan miminta kepada pihak Banjar wijaya dapat memfasilitasi pertemuan antara warga dengan Pemerintah. Aksi selesai pada pukul 09.50 WIB,” paparnya.

“ Kuat PAM sebanyak 25 personil gabungan Polsek Cipondoh dan Koramil 01 Tangerang pimpinan Kompol Donni Bgus wibisono, (Kapolsek Cipondoh). Aksi pemasangan spanduk berjalan dengan tertib,lancar dan aman,”pungkasnya. (Khoer)

Warga Cluster Grassia Perum Banjar Wijaya Tuntut Hak Hidup Aman dan Nyaman Akibat Dampak Proyek Tol



TANGERANG, ( Suararakyatmerdeka.com ) - Kapolsek Cipondoh Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Donni Bagus Wibisono,SE melaporkan Aksi Pemasangan Spanduk “ Hak Hidup Aman dan Nyaman” atas Dampak Pembangunan Proyek Jalan Tol Kunciran - Cengkareng oleh Warga Cluster Grassia Perum Banjar Wijaya bertempat di Pos Security Cluster Grassia Perum Banjar Wijaya , Kel. Cipete, Kec. Pinang, Kota Tangerang. Sabtu pagi, (12/10/2019) pukul 08.00 WIB. 

Kapolsek menyebutkan telah berkumpul massa warga dari RW. 10 Perumahan Cluster Grassia
sekitar 50 orang pimpinan Sdr. Donny momer (Ketua RW. 10 Cluster Grassia) dan Korlap sdr. Yan Rosiana/ Rian ( Pengurus RW 10) Aksi dalam rangka Pemasangan Spanduk Hak Hidup Aman dan Nyaman Warga Cluster Grassia dampak Pembangunan Proyek Jalan Tol Kunciran - Cengkareng.

Aksi diawali dengan makan/sarapan pagi bersama di Pos Security Cluster Grassia kemudian dilanjutkan dengan sambutan / orasi oleh Sdr. Donny Momer (Ketua RW. 10 Cluster Grassia), ia menyampaikan bahwa kehadiran kita sebagai bentuk kepedulian terhadap tempat tinggal dan keamanan di lingkungan kita.


“ Kita merupakan warga yang punya kepentingan besar untuk lingkungan, warga tidak menolak program nasional dan pembangunan jalan tol akan tetapi kita mempunyai hak yang mendasar untuk keamanan dan kenyamanan di lingkungan tempat tinggal kita, Marilah pagi hari ini kita sampaikan aspirasi kita untuk hidup aman dan nyaman,” sebut Donny Momer.

Adapun Orasi dari Muhmmmd Kiki (Ketua DKM Masjid Baitussalam), ia menyampaikan, Saya mendukung aspirasi yang disampaikan oleh warga Cluster Grassia dalam menuntut keamanan dan kenyamanan atas dampak yang di timbulkan dari pembangunan Jalan Tol.

H. Dedi selaku warga Cluster Grassia yang Rumahnya berbatasan dengan Jalan Tol, menyampaikan pembangunan Jalan Tol tersebut berdampak dengan rusaknya tembok rumah, kekawatiran keamanan dan kebisingan serta polusi yang mengganggu keluarga kami disebabkan dari proyek pembangunan jalan tol.

“ Saya berpesan apabila nanti perwakilan warga yang akan menghadiri pertemuan harus dapat memenuhi segala aspirasi warga khususnya terkait keamanan warga yang rumahnya terkena dampak langsung dari Jalan Tol tersebut, syukur-syukur warga yang rumahnya dekat dengan jalan Tol dapat dibebaskan dan diganti rugi oleh pemerintah.


Agus Winarto (Koordinator keamanan Cluster Grassia) ikut menyampaikan aspirasinya, saya mendukung aksi aspirasi ini dalam menyampaikan hak-hak masyarakat dan kita tidak menolak pembangunan nasional namun kita harus mendapatkan hak-hak yang menjadi keinginan warga.

Hj. Devi (Ketua Posyandu Grassia) menyampaikan, Dampak yang saya rasakan dari Pembangunan Jalan Tol tersebut tembok rumah saya menjadi retak dan pengerjaan proyek sangat bising sehingga menggangu aktifitas istirahat kami sekeluarga.

“ Harapan saya kedepan mendapatkan ganti rugi atau lahan rumah saya dpt dibebaskan sehingga saya dapat hidup aman, tenang dan nyaman,” katanya.


Johan warga Cluster Grassia ikut pula , menyampaikan Perkembangan terakhir menyangkut permasalahan kita selama saya mengikuti rapat dengan pihak JKC yaitu kita meminta pembatas keamanan antara Jalan Tol dengan area Cluster kita namun dari pihak JKC akan memenuhi aspirasi kita dengan langkah yang diambil bersama pihak BPJT dengan mengirimkan Tim Survey utk melakukan kaji ulang Amdal untuk memenuhi prosedur dan jika hasil Amdal keluar baru membuatkan tembok pembatas antara Jalan Tol dengan Area Cluster.

“ Minggu depan akan diadakan pertemuan yg di fasilitasi oleh Pemkot Tng dgn mengundang semua instansi terkait. Utk membahas tuntutan warga cluster Grassia.” sebut Johan.

Pada kesempatan itu pula Mayor Inf. Bambang EP (Danramil 01 Tangerang menyampaikan Agar warga dalam menyampaikan aspirasi sesuai dengan prosedur dan tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum.

Lebih lanjut kapolsek Cipndoh Kompol Donni mengatakan, Pada pukul 08.40 WIB warga Cluster Grassia menuju Proyek Pembangunan Jalan Tol untuk melakukan pemasangan Spanduk yang bertuliskan tuntutan, Warga mendukung pembangunan jalan tol tapi tolong jangan usik kenyamanan dan keamanan hidup kami, warga ingin hidup aman dan nyaman, dan PP no. 15/2005, PP no. 34/2006, Kepmen 353 Geometri Jalan Tol, Apakah diTerapkan dalam Pembangunan Tol Kunciran - Cengkareng.

“ Kegiatan selesai pada pukul 09.20 WIB. Kemudian massa aksi menuju Kantor Pemasaran Banjar Wijaya dan tiba pkl. 09.30 WIB langsung melakukan orasi di depan Kantor Pemasaran yang intinya menyapaikan agar Pihak Banjar Wijaya lebih memperhatikan warganya yang terkena dampak pembangunan Jalan Tol jangan bersikap cuek dan miminta kepada pihak Banjar wijaya dapat memfasilitasi pertemuan antara warga dengan Pemerintah. Aksi selesai pada pukul 09.50 WIB,” paparnya.

“ Kuat PAM sebanyak 25 personil gabungan Polsek Cipondoh dan Koramil 01 Tangerang pimpinan Kompol Donni Bgus wibisono, (Kapolsek Cipondoh). Aksi pemasangan spanduk berjalan dengan tertib,lancar dan aman,”pungkasnya. (Khoer)

No comments